
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Potensi pasar digital bagi UMKM di Lampung terbukti sangat masif. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, memaparkan data pertumbuhan ekosistem digital yang sangat signifikan di wilayah ini.
Hingga April 2026, jumlah merchant QRIS di Provinsi Lampung telah menyentuh angka 889 ribu merchant. Nilai transaksi yang dibukukan bahkan hampir mencapai Rp2 triliun dengan volume 22,4 juta transaksi hanya dalam empat bulan pertama tahun ini.
“Pemerintah daerah berperan dalam mendorong digitalisasi layanan publik dan transaksi pemerintah daerah, pelaku usaha memperluas akseptasi pembayaran digital, akademisi menjadi pusat inovasi dan edukasi, sementara masyarakat menjadi penggerak utama keberhasilan transformasi digital,” ujar Bimo saat pembukaan SIGER Fest 2026 sekaligus peluncuran implementasi QRIS Tap pada layanan Smart BRT Itera di Aula Gedung Kuliah Umum (GKU) 2 Institut Teknologi Sumatera (Itera), Kamis (18/6/2026).
Melihat capaian dan tantangan ke depan, BI Lampung berkomitmen menjadikan SIGER Fest 2026 sebagai motor penggerak untuk memasyarakatkan transaksi digital secara lebih inklusif. Guna menarik minat masyarakat luas, festival ini sengaja dikemas secara interaktif melalui berbagai kompetisi populer mulai dari olahraga padel, bola basket, lomba lari, hingga turnamen e-sports.
“Melalui pendekatan kolaboratif, pengembangan ekonomi dan keuangan digital dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan publik, pengembangan UMKM, peningkatan literasi masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi berkelanjutan,” pungkas Bimo. (*)