
Lampung Timur, sinarlampung.co – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Thomas Agung Adi Wijaya (26), pemuda warga Dusun 04, Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur yang ditemukan tewas di tanggul saluran irigasi area persawahan pada Senin (1/6/2026) dini hari.
Di tengah kesedihan yang menyelimuti rumah duka, keluarga mengungkap adanya firasat buruk yang sempat dirasakan ayah korban beberapa jam sebelum Thomas ditemukan meninggal dunia.
Matoseh (67), paman korban, mengatakan Winarno, ayah Thomas, terlihat gelisah setelah putranya keluar rumah pada Minggu (31/5/2026) malam. Menurutnya, kegelisahan itu muncul tanpa sebab yang jelas.
“Bapaknya ini gelisah. Abis anaknya (korban,red) keluar, bapaknya ini keluar, masuk lagi, keluar lagi. Pikirannya gak enak,” ucap Matoseh saat ditemui wartawan di rumah duka, Senin (1/6/2026).
Sebelumnya, Thomas diketahui keluar rumah sekitar pukul 23.00 WIB setelah dijemput seseorang yang datang menggunakan sepeda motor. Beberapa jam kemudian, warga Dusun 03 Desa Karyatani dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria di tanggul saluran irigasi persawahan yang belakangan diketahui merupakan Thomas.
Menurut Matoseh, keluarga menerima kabar duka tersebut menjelang pukul 01.00 WIB setelah seorang kerabat yang berada di lokasi kejadian datang memberi tahu orang tua korban.
“Jam dua belas, hampir jam satu. Masih keluarga sini (memberi kabar, red), namanya Kasturi, ngasih tau bapaknya (ayah korban), katanya ‘anakmu disembelih orang’,” kata Matoseh.
Keluarga mengaku tidak mengetahui adanya persoalan yang melibatkan korban sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Mereka juga mendengar informasi mengenai adanya pihak yang telah diamankan terkait kasus tersebut.
“Ga ada (permasalahan,red), ini infomasinya sudah ditangkap tiga-tiganya (terduga pelaku, red),” tambahnya.
Atas peristiwa itu, keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus kematian Thomas dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku.
“Harapannya polisi konsisten menangani perkara ini, supaya (pelaku,red) diadili seadil-adilnya, dihukum seberat-beratnya,” harapnya.
Sebelumnya, dari hasil pengamatan awal di lokasi kejadian, korban ditemukan mengalami sejumlah luka pada bagian leher, lengan kanan, dan jari tangan kiri. Hingga kini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis, sementara pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian tragis pemuda tersebut. (Red)