
Lampung Timur, sinarlampung.co – Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah melakukan penyegaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Tercatat, sejumlah 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) telah diresuffle dan secara resmi telah dilantik dalam prosesi upacara yang berlangsung di Aula Utama Setdakab Lampung Timur, Jumat (29/5/2026).
Menurut Ela, langkah resuffle tersebut dilakukan nya sebagai upaya memperkuat roda pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Ia menambahkan, rotasi dan mutasi jabatan yang dilakukanya dinilai sangat penting untuk mendorong kinerja organisasi agar bisa lebih efektif, responsif, dan adaptif terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah.
Turut hadir Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Lampung Timur.
Dalam arahannya, Bupati Ela menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam sebuah organisasi pemerintahan. Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan penyegaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ini adalah bagian dari rotasi penyegaran. Jangan dianggap sebagai pembagian tugas di luar kemampuan, tetapi ini bagian dari evaluasi bersama dalam rangka meningkatkan kinerja yang terbaik,” tutur Ela.
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawab baru. Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun sinergi serta memperkuat kerja sama lintas sektor demi mempercepat pembangunan daerah.
“Saya mengajak seluruhnya untuk berkolaborasi dan bekerja keras bersama-sama meningkatkan pelayanan terbaik untuk Kabupaten Lampung Timur. Tidak ada perbedaan, semuanya sama. Ini adalah keluarga besar Lampung Timur,” tegas Ela.
Lebih lanjut, Ela mengingatkan Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, hingga kepala OPD agar mampu menjadi teladan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, kepemimpinan yang baik harus dimulai dari keteladanan, disiplin, dan kemampuan membangun kekompakan dalam organisasi.
Ia menilai keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh soliditas dan sinergi seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, sang Bupati juga mengungkapkan bahwasanya sejumlah jabatan yang saat ini masih kosong akan segera diisi melalui mekanisme seleksi terbuka maupun sistem shelter sesuai ketentuan yang berlaku.
“Mudah-mudahan kerja sama dan kolaborasi ke depan semakin meningkatkan hubungan silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan kita semuanya,” tandasnya.
Adapun pengangkatan para pejabat tersebut tertuang dalam keputusan Bupati Lampung Timur Nomor 821.22/711/22-SK/2026 tentang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Berikut daftar pejabat yang dirotasi dan mengemban amanah jabatan baru:
1. Yudi Irawan sebagai Kepala Satpol PP.
2. Venzanita Hasan sebagai Kepala Bappeda.
3. Mansur Syah sebagai Kepala Dinas Perhubungan.
4. Wan Ruslan Abdul Ghani sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
5. Agusrina Syaka sebagai Asisten Bidang Administrasi Umum.
6. Wirham Riyadi sebagai Kepala Kesbangpol.
7. Ahmad Badrullah sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
8. Syahrul Shah sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
9. Mohammad Ridwan sebagai Kepala Pelaksana BPBD.
10. A Dhany Samanta sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
11. Tabrani Hasyim sebagai Sekretaris DPRD.
12. M. Noer Al Syarif sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik.
13. Marsan sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga.
14. Suwanto sebagai Kepala DP3AKB.
Pelantikan para pejabat eselon II yang baru tersebut diharapkan bisa menjadi momentum penting dalam memperkuat birokrasi Pemkab Lampung Timur. Dengan formasi baru di sejumlah posisi strategis, diharapkan pelayanan publik di Kabupaten Lampung Timur bisa semakin optimal dan target pembangunan daerah dapat tercapai dengan lebih efektif. (Afandi)