
Tanggamus, sinarlampung.co –Sekolah Dasar Negeri (SDN) Satu Atap di Pedukuhan Batu Nyangka, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, yang sempat viral di media sosial karena kondisi bangunannya memprihatinkan, akhirnya mulai dibangun secara permanen.
Pembangunan sekolah dilakukan secara swadaya dengan melibatkan warga setempat, relawan, serta anggota TNI dari Kodim Tanggamus-Lampung. Selama bertahun-tahun, kegiatan belajar mengajar berlangsung dalam kondisi serba terbatas, dengan bangunan berbahan papan dan atap seng yang mengalami banyak kebocoran.
Pembangunan sekolah tersebut tidak bersumber dari anggaran pemerintah daerah, melainkan hasil gotong royong masyarakat dan bantuan para donatur. Material pembangunan disebut difasilitasi oleh kreator lokal dengan nama akun Bang Taun, yang sebelumnya mengangkat kondisi sekolah itu ke media sosial hingga menarik perhatian publik.
Di lapangan, proses pembangunan dilakukan bersama oleh warga sekitar dan personel TNI yang turun langsung membantu pengerjaan bangunan.
Apriani, salah seorang guru yang telah mengabdi selama 18 tahun di sekolah tersebut, mengaku terharu karena akhirnya para siswa akan memiliki gedung sekolah yang layak.
“Selama ini anak-anak belajar dengan kondisi sederhana dan penuh keterbatasan. Kami sangat bersyukur akhirnya sekolah ini mulai dibangun permanen,” ujarnya.
Menurut Apriani, pembangunan gedung permanen diharapkan dapat memberi kenyamanan sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa di daerah pelosok tersebut.
Rasa syukur juga disampaikan warga setempat. Bagi masyarakat, sekolah tersebut menjadi satu-satunya harapan bagi anak-anak di Pedukuhan Batu Nyangka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Semoga pembangunan ini cepat selesai sehingga anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” kata Sirajudin, salah satu orang tua siswa.
Rencananya, pembangunan sekolah akan mencakup tiga ruang kelas permanen lengkap dengan fasilitas penunjang, seperti toilet, perpustakaan, dan sarana belajar lainnya. (*)