
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Anak muda kini tak perlu menunggu punya modal besar untuk mulai berinvestasi. Melalui Program Nasional PINTAR Reksa Dana, masyarakat, khususnya generasi muda, sudah bisa mulai berinvestasi reksa dana hanya dengan modal Rp10 ribu.
Program yang dikampanyekan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pelaku pasar modal ini diperkenalkan dalam kegiatan media gathering dan talk show Edukasi Pasar Modal Terpadu yang diinisiasi OJK Lampung di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).
Direktur Eksekutif Dewan Asosiasi Pelaku Reksadana dan Investasi Indonesia (APRDI), Mauldy Rauf Makmur, mengatakan Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana hadir untuk membantu masyarakat membangun kebiasaan investasi secara disiplin demi kebutuhan masa depan.
Menurut dia, pertumbuhan investor saat ini cukup besar, terutama berasal dari investor reksa dana. Lampung bahkan menjadi salah satu daerah dengan peningkatan signifikan, yakni sekitar 45 persen dalam periode Desember 2025 hingga April 2026.
“Peningkatan itu banyak dilatarbelakangi investor reksa dana. Kenapa reksa dana dipilih dan menjadi favorit? Karena ada sejumlah keunggulan, salah satunya dikelola secara profesional,” kata Mauldy.
Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pengelolaan dana investasi karena seluruh manajer investasi yang terlibat telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan OJK.
“Jangan khawatir, manajer investasi ini semuanya berizin dan diawasi OJK,” ujarnya.
Mauldy menjelaskan, ada lima alasan utama mengapa reksa dana semakin diminati masyarakat. Pertama, dikelola oleh tenaga profesional. Kedua, relatif aman karena investor dapat menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risikonya masing-masing.
Ketiga, mudah diakses. Menurutnya, pertumbuhan investor reksa dana juga dipicu kemudahan teknologi karena masyarakat, termasuk generasi Z, kini cukup menggunakan gawai untuk membeli produk investasi.
“Gen Z sekarang cukup pakai gadget sudah bisa beli reksa dana, tentu melalui platform yang berizin OJK,” katanya.
Keempat, investasi reksa dana tergolong murah karena masyarakat sudah bisa mulai berinvestasi di pasar modal hanya dengan Rp10 ribu. Nilai yang terjangkau ini dinilai ikut mendorong pertumbuhan jumlah investor di Lampung.
Keunggulan terakhir adalah bebas pajak. Mauldy menyebut keuntungan investasi reksa dana tidak dikenakan pajak sesuai aturan di pasar modal.
“Memang sudah aturannya di pasar modal dan ketentuan pemerintah, reksa dana dibebaskan dari pajak. Itulah salah satu keunggulan mengapa orang mulai beralih ke reksa dana,” ucapnya.
Karena mayoritas investor saat ini didominasi kelompok usia di bawah 40 tahun, OJK bersama pelaku pasar modal mulai mengampanyekan Program Nasional PINTAR Reksa Dana agar masyarakat, khususnya anak muda, memahami cara berinvestasi yang sehat dan bertahap.
“Investasi itu tidak ada yang instan. Semua ada prosesnya. Salah satunya melalui PINTAR Reksa Dana untuk membantu generasi muda menyiapkan keuangan masa depan,” ujar Mauldy.
Ia menjelaskan, selama ini terdapat tiga pola umum perilaku investor di pasar modal. Pertama, investor yang menunggu modal besar atau lumpsum. Kedua, investor yang mencoba menebak waktu pasar (market timing). Ketiga, metode investasi berkala atau Dollar Cost Averaging (DCA).
“Berdasarkan riset di luar negeri, dari tiga karakter investasi itu yang paling optimal untuk jangka panjang adalah investasi secara berkala atau Dollar Cost Averaging. Itu yang mendasari Program PINTAR Reksa Dana. Kami mengampanyekan agar masyarakat mulai berinvestasi secara rutin dan berkala,” imbuhnya.
Program PINTAR Reksa Dana sendiri terbagi menjadi dua kategori. Pertama, program untuk masyarakat umum. Kedua, PINTAR Reksa Dana – Simuda Investasiku, yang secara khusus menyasar generasi muda usia 18 hingga 30 tahun.
Melalui program tersebut, anak muda dapat mulai berinvestasi dengan nominal kecil mulai Rp10 ribu, bebas berbagai biaya transaksi seperti pembelian dan penjualan kembali, serta menggunakan produk reksa dana dengan profil risiko konservatif yang fokus pada pasar uang dan pendapatan tetap.
Akses investasi juga dibuat lebih mudah melalui bank dan aplikasi digital, dengan dana investasi dikelola oleh manajer investasi profesional yang telah diawasi OJK. (Tama)