
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk memfokuskan arah pembangunan lima tahun ke depan pada penguatan ekonomi pedesaan dan hilirisasi sektor pertanian. Langkah ini diambil agar nilai tambah ekonomi dari berbagai program nasional dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa, bukan hanya terpusat di perkotaan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Kominfo dan Statistik, Ganjar Jationo, dalam sarasehan bertema “Lampung Mau Dibawa ke Mana?” di Hotel Radisson Bandar Lampung, Senin 11 Mei 2026.
Ganjar Jationo menjelaskan bahwa program unggulan “Desaku Maju” dirancang agar rantai pasok kebutuhan daerah, termasuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dipenuhi oleh petani dan peternak lokal.
“Concern Pak Gubernur adalah membuat program pusat tetap inline, namun nilai tambahnya harus bertahan di wilayah kita, khususnya di desa. Uangnya jangan lari ke kota,” ujar Ganjar di hadapan para pengurus organisasi media (SMSI, JMSI, dan AMSI) Lampung.
Mengingat Lampung tidak memiliki sumber daya tambang yang besar, hilirisasi pertanian menjadi tulang punggung ekonomi. Salah satu langkah konkretnya adalah penyediaan fasilitas pengering gabah (dryer) di sentra-sentra komoditas untuk memangkas biaya distribusi dan meningkatkan margin keuntungan petani.
Ganjar memaparkan sejumlah capaian positif Lampung di tahun 2025:
Kemiskinan: Turun ke angka 9,66% (di bawah dua digit).
Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 5,58% (salah satu tertinggi di Sumatera).
Pengangguran: Berada di bawah rata-rata nasional.
Meski demikian, Pemprov mengakui adanya tantangan besar pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Nilai Tukar Petani (NTP) yang memerlukan intervensi jangka panjang melalui perbaikan kualitas SDM.
Dalam forum yang sama, Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul, mengungkapkan bahwa Lampung saat ini menjadi daerah dengan pembentukan dapur MBG tertinggi secara nasional.
Total Dapur: 1.150 unit.
Penerima Manfaat: 2,3 juta orang.
Kualitas: 84,6% dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Saipul juga menyoroti pentingnya kepatuhan SOP distribusi guna mencegah kasus keracunan makanan yang sempat muncul akibat keterlambatan distribusi atau pengolahan yang tidak standar.
Sinergi TNI-Polri dalam Pembangunan
Asintel Kasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Erwin Agung T. Wiyono, menambahkan bahwa TNI turut memperkuat konektivitas melalui target pembangunan 30 jembatan perintis di Lampung. Sementara itu, Polda Lampung melalui Kompol Andri Yulianto menegaskan bahwa situasi keamanan yang kondusif serta ruang digital yang sehat (bebas hoaks) adalah prasyarat utama investasi dapat masuk ke daerah.
Ketua AMSI Lampung, Hendri Setiadi, mengingatkan bahwa dana besar dalam program MBG harus mampu menjadi penggerak ekosistem ekonomi desa. Ia berharap program ini tidak sekadar menjadi aktivitas konsumsi, melainkan momentum bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas.
Diskusi panel yang dipandu oleh moderator Fajar Arifin, S.H. (CEO Senator.ID Grup) ini ditutup dengan harapan adanya sinergi yang lebih erat antara pemerintah, media, dan aparat keamanan untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Lampung merata hingga ke pelosok desa. (Red)