
Pesawaran, sinarlampung.co – Kondisi memprihatinkan menyelimuti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran. Pantauan di lokasi menunjukkan suasana sekeliling area rumah sakit tampak gelap gulita akibat banyaknya lampu penerangan yang padam, menciptakan kesan tidak terurus pada fasilitas publik tersebut.
Peras Pihak Rumah Sakit Bermodus Berita, Oknum Wartawan dan Satpam Kena OTT Polres Pesawaran
Namun, kegelapan bukan satu-satunya persoalan. Isu miring menerpa Direktur RSUD Pesawaran, dr. Imelda Carolia, M.Kes, yang dituding bersikap arogan dalam memperlakukan bawahannya. Informasi yang dihimpun tim media menyebutkan bahwa pola kepemimpinan di rumah sakit tersebut dinilai tidak memanusiakan karyawan sebagaimana mestinya.
Menanggapi tudingan tersebut, dr. Imelda Carolia dengan tegas menepis kabar yang beredar. Ia menyatakan bahwa informasi mengenai sikap arogan terhadap bawahan sama sekali tidak benar. ”Itu tidak benar, dan itu adalah fitnah,” ujar Imelda saat dikonfirmasi awak media.
Ia mengklaim bahwa selama ini hubungan dengan para karyawan terjalin dengan sangat baik. Sebagai bukti, Imelda menyebutkan loyalitas stafnya yang telah bertahan selama belasan tahun.
”Selama ini saya memperlakukan karyawan sudah sangat baik. Karyawan saya ada yang sudah bekerja 8 tahun, 10 tahun, bahkan 15 tahun. Bahkan ada yang kita berangkatkan ibadah umroh sebagai bentuk apresiasi,” terangnya, dilangsir jejakkriminal.net.
Selain kabar arogansi, dr. Imelda juga dikaitkan dengan desas-desus ambisi politik untuk mengejar posisi Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan. Menanggapi hal ini, ia memberikan jawaban diplomatis mengenai standar kompetensi jabatan.
”Jika seseorang tidak menguasai bidangnya, memang tidak layak jadi Kepala Dinas. Tetapi jika seseorang punya kompetensi dan kinerjanya bagus, mengapa tidak?” cetus Imelda.
Meski ada bantahan dari pihak manajemen, keresahan masyarakat terkait tata kelola RSUD Pesawaran terus menguat. Kondisi fisik bangunan yang minim penerangan dianggap sebagai cerminan buruknya pengelolaan anggaran dan manajerial.
Sejumlah pihak kini mendorong agar aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dan penegak hukum segera turun tangan. Atensi masyarakat yang diterima tim media mendesak pihak Inspektorat dan Kejaksaan untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap RSUD Pesawaran.
Pemeriksaan ini dianggap perlu untuk membongkar kejanggalan tata kelola rumah sakit yang selama ini dinilai sudah menjadi “rahasia umum” di tengah masyarakat Pesawaran. (Red)