
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co – Isak tangis pecah di TPU Mulyo Sari, Metro Barat, saat jenazah Bripka Anumerta Arya Supena (32) perlahan diturunkan ke liang lahat, Sabtu 9 Mei 2026 sore. Anggota Direktorat Intelkam Polda Lampung ini gugur sebagai pahlawan setelah berduel maut demi menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di halaman Toko Roti Yussy Akmal, Kedaton.
Polisi Tertembak Saat Gagalkan Curanmor di Bandar Lampung, Kondisi Kritis
BREAKING NEWS: Brigadir Arya Supena Gugur Usai Ditembak Pencuri Motor di Bandar Lampung
Tragedi terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi 1 menit 42 detik, almarhum yang baru saja menyelesaikan tugas piketnya terlihat memergoki dua pria yang mencoba merusak kunci stang motor karyawan toko.
Insting kepolisiannya bergerak seketika. Arya sempat memberikan teguran dan terlibat pergulatan sengit dengan pelaku. Namun, dalam pergumulan tersebut, salah satu pelaku melepaskan tembakan jarak dekat yang mengenai bagian kepala korban. Meski sempat dievakuasi ke RS Bhayangkara, nyawa Bripka Arya tidak dapat diselamatkan.
“Korban terkena tembakan di kepala bagian samping kanan tembus ke kiri. Pelaku sempat terjatuh, namun berhasil melarikan diri sambil menodongkan senjata api ke arah warga sekitar,” ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.
Di balik seragam dinasnya, Arya dikenal oleh keluarga di Kota Metro sebagai sosok yang sangat rendah hati. Galung (31), sepupu almarhum, mengenang Arya sebagai pribadi yang enggan menonjolkan profesinya saat pulang kampung.
“Kalau pulang ke Metro, dia cepat ganti pakaian biasa. Dia tidak suka pamer kalau dia polisi. Kami kehilangan sosok sahabat yang humoris dan gemar olahraga,” kenang Galung dengan nada getir. Almarhum meninggalkan seorang istri, Jovita, dan dua buah hati yang masih berusia PAUD dan balita.
Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, yang hadir langsung dalam pemakaman kedinasan tersebut, menegaskan bahwa kepolisian telah membentuk tim khusus untuk memburu pelaku. Penjagaan di titik-titik keluar kota kini diperketat.
“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan bersenjata yang telah menghilangkan nyawa anggota kami. Kami mengutuk keras tindakan keji ini,” tegas Kapolda.
Senada, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan duka cita mendalam secara nasional. Ia mengapresiasi dedikasi Brigpol Arya yang gugur saat menjalankan tugas menjaga keamanan negara (Kamneg).
Hingga saat ini, Tim Inafis dan Satreskrim Polresta Bandar Lampung terus mendalami bukti dari olah TKP dan rekaman CCTV guna mengidentifikasi identitas pelaku. Sejumlah karyawan Toko Yussy Akmal juga telah dimintai keterangan sebagai saksi kunci untuk mempercepat penangkapan pelaku yang diduga membawa kabur senjata api dan borgol milik korban. (Red)