
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan perbaikan sekitar 1.700 kilometer jalan sebagai penunjang sektor pertanian. Langkah ini dinilai krusial untuk memperlancar distribusi hasil panen sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai lumbung pangan nasional.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan upaya tersebut membutuhkan dukungan luas, termasuk dari partai politik. Ia mendorong sinergi lintas partai agar program swasembada pangan tidak berhenti di level kebijakan, tetapi benar-benar berjalan di lapangan.
Menurut gubernur, Lampung memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan singkong. Namun, persoalan infrastruktur dan distribusi masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama.
“Pemprov saat ini fokus memperbaiki sekitar 1.700 kilometer jalan untuk mendukung akses pertanian. Kehadiran kader partai di tengah masyarakat bisa membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan persoalan di lapangan lebih cepat,” ujar saat menghadiri pelantikan pengurus DPW, DPD, dan DPC Partai Amanat Nasional (PAN) se-Lampung, Sabtu (2/5/2026).
Ia menilai, kader partai yang tersebar hingga tingkat desa dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah, terutama dalam mendeteksi kendala petani, mulai dari akses jalan hingga distribusi hasil panen.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen partainya dalam mendukung swasembada pangan nasional. Ia menekankan pentingnya keberpihakan pada petani sebagai kunci kemandirian pangan.
“Petani jangan sampai hanya jadi buruh di lahan sendiri. Program swasembada pangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan kader PAN di Lampung untuk aktif menjaga stabilitas harga gabah serta memastikan distribusi pupuk berjalan lancar.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) PAN Lampung 2026 yang mengusung tema swasembada pangan. Ketua DPW PAN Lampung, M. Hazizi, menyatakan seluruh struktur partai siap bergerak taktis mengawal program pembangunan, khususnya di sektor pertanian.
Dorongan sinergi ini diharapkan tidak hanya menjadi komitmen seremonial, tetapi berlanjut pada kerja konkret di lapangan terutama memastikan infrastruktur dan kebutuhan petani benar-benar terpenuhi. (*)