
Badar Lampung, sinarlampung.co – Prestasi akademik SMA Negeri 10 Bandar Lampung pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 mengalami penurunan drastis. Data menunjukkan angka kelulusan merosot tajam hampir separuhnya, yakni dari 105 siswa pada 2025 menjadi hanya 54 siswa pada 2026.
Penurunan signifikan ini memicu sorotan tajam terhadap efektivitas manajemen sekolah, terutama terkait pola bimbingan akademik dan fungsi Kelas Unggulan yang dianggap menyimpang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Americo, dilaporkan telah turun langsung ke lapangan untuk memantau situasi dan memberikan teguran resmi kepada pihak sekolah.
Meskipun secara umum capaian SNBP Provinsi Lampung berada di peringkat ke-4 nasional, Thomas menegaskan penurunan drastis di sekolah tertentu tetap menjadi perhatian serius. “Senin nanti akan kami sampaikan data valid agar hasilnya akurat. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan,” tegasnya.
Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI) turut angkat bicara mengenai anjloknya prestasi SMAN 10. Ketua JPSI, Ichwan, menilai kondisi ini merupakan dampak dari manajemen sekolah yang dianggap lebih mementingkan aspek penampilan fisik dan performa panggung dibandingkan kualitas intelektual.
Ichwan menyoroti lima poin krusial yang dinilai menjadi penyebab kemunduran akademik:
Ketidakseimbangan Dukungan: Sekolah dianggap “jor-joran” mendukung kegiatan modeling, menari, dan menyanyi, namun memberikan dukungan minim bagi siswa di ajang Olimpiade Sains dan kompetisi ilmiah.
Penyimpangan Kelas Unggulan: Diduga terdapat pergeseran fungsi, di mana Kelas Unggulan ditengarai lebih memprioritaskan siswa dengan penampilan fisik menarik demi citra sekolah.
Marjinalisasi Siswa Cerdas: Siswa yang memiliki kapasitas intelektual tinggi namun tidak “tampil secara fisik” terlempar ke kelas reguler tanpa perhatian khusus.
Minim Bimbingan Guru: Temuan lapangan menunjukkan siswa berprestasi akademik seringkali harus mencari bimbingan dan membiayai lomba secara mandiri karena kurangnya atensi guru pendamping.
Audit Kebijakan: JPSI mendesak Dinas Pendidikan untuk segera mengaudit kebijakan internal SMAN 10.
“Tugas utama sekolah adalah mencetak intelektual. Jangan sampai siswa yang benar-benar pintar terpinggirkan hanya karena mereka tidak pandai berpose atau menari,” tegas Ichwan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 10 Bandar Lampung, Ngimron Rosadi, belum memberikan tanggapan resmi terkait merosotnya angka kelulusan SNBP maupun tudingan mengenai kebijakan internal sekolah tersebut. (Red)