
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co– Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama dua jam pada Jumat 6 Maret 2026 siang mengakibatkan banjir bandang di puluhan titik. Tragedi ini memakan korban jiwa; tiga orang dilaporkan hanyut, dua di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara satu bocah lainnya masih dalam pencarian intensif.
Hingga Jumat malam pukul 21.12 WIB, data yang dihimpun menunjukkan dampak fatal dari luapan sungai di beberapa kecamatan:
Satria (10): Siswa kelas 4 SD warga Kelurahan Rajabasa Induk. Korban dilaporkan hanyut saat bermain hujan di dekat aliran sungai Jalan Abdul Hamid (Gang Suari). Jasadnya ditemukan tak bernyawa di kawasan Terminal Rajabasa.
Sementara pria yanpa Identitas ditemukan oleh warga tersangkut di pipa paralon tepi sungai Gang Fatah, Kelurahan Kotabaru, Kedamaian, sekitar pukul 17.00 WIB. Korban memakai kaos merah dan celana panjang yang dipotong pendek. Jenazah kini berada di RSUD Abdul Moeloek untuk proses identifikasi.
Satu lagi bocah Laki-laki (6) dilaporkan hilang terseret arus dan hingga berita ini diturunkan jasadnya belum ditemukan. Tim gabungan masih menyisir aliran sungai.
BPBD Catat 37 Titik Banjir
Sekretaris BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem kali ini berdampak pada 37 titik yang tersebar di hampir seluruh wilayah kota.
”Data sementara ada 37 titik banjir akibat cuaca ekstrem. Beberapa lokasi terdampak parah meliputi Sukarame, Rajabasa, Way Halim, Kedamaian, hingga Teluk Betung,” ujar Wahyu.
Selain banjir, petugas juga menangani pohon tumbang di Kelurahan Gotong Royong, Tanjung Karang Pusat, yang sempat menghambat akses jalan.
Daftar Wilayah Terdampak Parah
Berdasarkan pantauan lapangan, berikut adalah beberapa titik dengan genangan air cukup tinggi:
Kecamatan Sukarame: Kampung Karang Sari dan Kelurahan Korpri Jaya.
Kecamatan Rajabasa: Kelurahan Rajabasa Nunyai dan Rajabasa Induk.
Kecamatan Way Halim: Jalan Pulau Morotai, Jagabaya III, dan Jalan Kimaja.
Luar Bandar Lampung: Kompleks perumahan di Jatimulyo (Jati Agung) hingga jalur masuk Pintu Tol Kota Baru.
Camat Rajabasa, Rachmatsyah, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari Damkarmat, BPBD, dan Kepolisian telah dikerahkan untuk melakukan pencarian korban yang hilang serta evakuasi warga.
Meskipun sebagian besar titik air mulai surut pada malam hari, BPBD masih menyiagakan personel di lapangan. Selain evakuasi, BPBD juga mulai mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak, salah satunya di Perumahan Griya Elok, Kelurahan Campang Raya.
Pemerintah Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat curah hujan diprediksi masih akan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. (Red)