
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Agenda buka puasa bersama (bukber) unsur Forkopimda Kota Bandar Lampung yang digelar di Begadang Resto pada Jumat 20 Februari 2026 menyisakan tanda tanya besar. Acara yang seharusnya menjadi wadah silaturahmi antar-lembaga tersebut justru memicu spekulasi politik panas setelah tak satu pun perwakilan legislatif menampakkan batang hidungnya.
Berdasarkan pantauan dan rekaman video yang beredar, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana hadir didampingi Wakil Wali Kota Deddy Amarullah, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, serta jajaran kepala dinas dan camat. Namun, deretan kursi yang sedianya diperuntukkan bagi anggota DPRD Kota Bandar Lampung tampak kosong melompong.
Menanggapi fenomena “kursi kosong” tersebut, akademisi Universitas Lampung (Unila), Dedy Hermawan, menilai insiden ini sulit untuk tidak dibaca sebagai sebuah sinyal politik tertentu. Meski demikian, ia menekankan bahwa kritik atau boikot seharusnya dilakukan di ruang yang lebih substantif.
“Absennya kehadiran dalam agenda informal dapat dibaca sebagai sinyal politik. Namun, sikap protes atau kritik seharusnya disampaikan dalam ruang-ruang resmi seperti pembahasan anggaran atau legislasi, bukan sekadar di acara seremonial,” ujar Dedy saat dihubungi, Minggu 22 Februari 2026.
Dedy menambahkan bahwa kehadiran di acara bukber secara kelembagaan bersifat pelengkap. Ia mengingatkan jangan sampai ketegangan informal ini berlanjut menjadi “balas dendam” politik yang menghambat program kerakyatan.
“Masyarakat lebih merindukan taji DPRD dalam forum resmi untuk mengawal kebijakan eksekutif secara profesional ketimbang kehadiran di agenda nonformal,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak legislatif maupun eksekutif masih memilih untuk “tutup mulut”. Upaya konfirmasi yang dilakukan terhadap pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung belum membuahkan hasil.
Setali tiga uang, pihak Pemkot pun tampak enggan memperkeruh suasana. Wakil Wali Kota Deddy Amarullah dan Sekda Iwan Gunawan tidak memberikan pernyataan resmi saat ditanya mengenai ketidakhadiran mitra kerja mereka tersebut. (Red)