
Lampung Timur, sinarlampung.co – Harapan warga Klampis Ireng, Dusun I RT IV, Desa Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, untuk menikmati jaringan listrik yang aman dan layak mulai menemui titik terang.
Pasca keluhan yang mereka sampaikan, PT PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sribhawono menyatakan akan menindaklanjuti kondisi jaringan listrik di wilayah tersebut.
Lebih dari 26 tahun, warga di kawasan tersebut harus bertahan dengan jaringan listrik hasil swadaya, sejumlah jaringan terlihat hanya ditopang menggunakan bambu dan pohon hidup.
Dikonfirmasi dikantornya,Team Leader Teknik PLN ULP Sribhawono, Adi Abdul Aziz. Mengatakan, pihaknya siap melakukan pengecekan terhadap kondisi kelistrikan di wilayah tersebut.
“Sebelumnya, laporan ke kami belum ada. Ketika sudah ada laporan seperti ini, pasti kita akan tindak lanjuti,” ujar Adi, Rabu (30/9/2026).
Menurut Adi, phaknya telah mengkonfirmasi terkait adanya kondisi infrastruktur jaringan yang belum memadai di Klampis Ireng. Ia menambahkan, jaringan yang saat ini masih ditopang dengan bambu dan batang pohon, akan diupayakan untuk segera dilakukan penggantian dengan tiang beton permanen sesuai standar.
Lebih jauh Adi menjelaskan, proses penggantian dan penambahan gardu jaringan harus diawali dengan pengajuan resmi dari masyarakat dusun Kalampis Ireng diserai rekomendasi dari pemerintah desa Braja Dewa.
Ia meminta warga untuk segera mengajukan proposal terkait kebutuhan pemasangan tiang listrik permanen maupun pemasangan gardu penambahan daya kepada PLN ULP Sribhawono. Proposal tersebut kemudian akan menjadi dasar untuk pihaknya melakukan survei lapangan untuk selanjutnya dapat diteruskan pelaksanaanya sesuai mekanisme yang berlaku.
“Secara prosedur kita bisa tinjau lapangan. Setelah ada proposal masuk ke kita, selanjutnya kita survei,” pungkasnya.
26 Tahun Mengandalkan Jaringan Swadaya
Klampis Ireng merupakan kawasan pemukiman dengan panjang jalur sekitar satu kilometer. Wilayah tersebut dihuni sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK).
Ironisnya, selama lebih dari 26 tahun, warga masih mengandalkan jaringan listrik swadaya yang dibangun dari hasil patungan secara kolektif.
Baca: Puluhan Tahun Warga Braja Dewa Lampung Timur Masih Andalkan Kabel Darurat dan Tiang Bambu
Keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu penyebab tidak setabilnya daya pasokan listrik yang diterima, kondisi tersebut juga dihawatirkan berdampak terhadap keamanan bagi warga sekitar. Listrik merupakan bagian penting dan mendasar untuk menopang aktivitas sehari-hari serta sebagai sarana penunjang kegiatan ekonomi.
Usai mendapatkan respons dari pihak PLN ULP Sribhawono, warga mendorong agar proses survei dan pembangunan infrastruktur listrik permanen dapat segera direalisasikan.
Warga berharap, penantian panjang yang mereaka jalani selama puluhan tahun, tidak hanya berakhir sebatas janji belaka. Terwujudnya infrastruktur jaringan listrik yang layak, aman, dan memadai dapat mereka rasakan secara nyata.
PT. PLN ULP Sribhawono menyatakan, pihaknya akan berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan dan pemerataan akses listrik di wilayah kerjanya. (Afandi)