
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co – Misteri banjir yang kerap mengepung perumahan elite Villa Citra dan wilayah sekitarnya akhirnya terjawab. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengungkap temuan mengejutkan: sejumlah rumah mewah di kawasan tersebut dibangun tepat di atas aliran air, menyumbat drainase, hingga memicu bencana bagi warga sekitar.
Temuan ini terungkap saat Wali Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke titik-titik rawan genangan pekan ini. Eva mendapati saluran air (siring) yang seharusnya menjadi jalur pembuangan utama justru telah dibeton permanen, bahkan dialihfungsikan menjadi taman pribadi dan bangunan rumah.
Pelanggaran Tata Ruang yang Masif
Dalam tinjauan tersebut, Eva Dwiana menunjuk langsung sebuah bangunan megah bercat putih yang menutupi aliran kali alami. Ia menegaskan bahwa praktik semacam ini adalah kekeliruan fatal yang berdampak luas.
“Ternyata ada rumah mewah yang besar sekali menutupi kali. Ini jelas keliru. Selain itu, banyak drainase yang sengaja ditutup dengan beton untuk kepentingan pribadi,” ujar Eva Dwiana dengan nada tegas.
Penyumbatan ini diperparah dengan tumpukan sampah di drainase utama dan pembangunan taman perumahan yang mengabaikan fungsi resapan air.
Warga Mengaku Salah, Tim Pembongkaran Disiapkan
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkot Bandar Lampung memanggil 11 pemilik rumah yang terbukti menutup siring ke Ruang Rapat Wali Kota pada 11-12 Februari 2026. Dalam pertemuan tersebut, para penghuni mengakui pelanggaran mereka, meski sempat melontarkan berbagai alasan.
Beberapa warga berdalih menutup drainase karena aroma menyengat, sementara lainnya mengeluhkan debit air kiriman dari dataran yang lebih tinggi. “Bagaimanapun juga, kami tetap salah. Dengan hukum apa pun, ini tidak bisa dibenarkan,” ungkap salah satu perwakilan warga di hadapan Wali Kota.
Pemkot pun mengambil sikap tegas. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Wilson Faisol, menyatakan pihaknya segera membentuk tim khusus untuk menindak pelanggaran ini.
“Tim akan menghitung tingkat pelanggaran dan menginventarisasi bangunan mana saja yang harus segera dibongkar demi mengembalikan fungsi drainase,” tegas Wilson.
Solusi Bersama
Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa normalisasi ini harus dilakukan secara kolektif. Ia meminta warga segera memperbaiki drainase di lingkup properti masing-masing, sementara pemerintah akan menangani saluran di luar kawasan perumahan.
“Kita ingin solusi permanen. Kawasan ini dan permukiman sekitarnya tidak boleh lagi terendam banjir, sekecil apa pun itu,” pungkasnya.
Catatan Redaksi:
Naskah ini disusun untuk menonjolkan fungsi pengawasan pemerintah dan pelanggaran warga. Berita ini sangat kuat untuk dikembangkan ke arah investigasi terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di kawasan tersebut.
Apakah Anda ingin saya buatkan draf surat konfirmasi ke Dinas Perkim untuk menanyakan mengapa bangunan di atas kali tersebut bisa lolos perizinan?