
Watu Wona, sinarlampung.co – Organisasi Tokoh Pemuda Desa Watu Wona menunjukkan solidaritas dengan melayat ke rumah duka almarhumah Paulina Pati Bebe. Kehadiran para pemuda menjadi bentuk empati dan dukungan moril bagi keluarga yang tengah berduka.
Ketua organisasi, Martinus Jaha Bara, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah. Ia menegaskan kehadiran para pemuda bukan sekadar formalitas, melainkan wujud persaudaraan sebagai bagian dari komunitas desa.
“Kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Kehadiran kawan-kawan pemuda dan pemudi hari ini adalah bukti bahwa kita saling bahu-membahu dalam setiap situasi, baik suka maupun duka. Terima kasih juga kepada kawan-kawan lain yang telah mewakili kami untuk hadir dan memberikan dukungan kepada keluarga,” ujarnya.
Martinus juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, desa merupakan rumah bersama yang harus dirawat dengan kepedulian, baik dalam kebahagiaan maupun ketika menghadapi musibah.
“Kita harus tetap menjaga rumah kita bersama ini sebagai wujud kepedulian. Dalam suka dan duka, bahkan saat bencana alam sekalipun, kita harus hadir dan saling menguatkan,” tambahnya.
Kehadiran organisasi pemuda di rumah duka diharapkan mampu memberi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan sekaligus mempererat ikatan persaudaraan antarwarga di Desa Watu Wona. (*)