
Lampung Timur, sinarlampung.co – Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Nusantara, tepatnya pada ruas Bumi Jawa-Tanjung Kesuma (R.029) menuju Probolinggo, Lampung Timur, menuai kekecewaan warga. Proyek peningkatan jalan dengan lapisan AC-WC yang didanai APBD Kabupaten Lampung Timur senilai Rp1,9 miliar itu diduga dikerjakan asal jadi.
Alih-alih memberikan kualitas infrastruktur yang layak bagi masyarakat, kondisi jalan justru menunjukkan kerusakan meski belum genap satu bulan setelah pengerjaan selesai.
Proyek yang dilaksanakan oleh CV Bunga Mayang Putra tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis. Saat awak media meninjau lokasi dan mewawancarai warga yang mengatur lalu lintas di sekitar proyek, diketahui bahwa jalan tersebut baru selesai dikerjakan sekitar dua pekan lalu.
“Ini proyek baru, sudah rusak. Bahkan sudah tiga hari lalu ditambal lagi sama orangnya. Jalan ini selesai sekitar setengah bulan, kualitasnya sangat jelek,” ujar Solihin, warga setempat, Senin, 19 Januari 2026.
Solihin mengaku kecewa karena proyek yang seharusnya memiliki daya tahan justru harus diperbaiki kembali dalam waktu singkat. Ia menilai pekerjaan terkesan asal-asalan dan tidak memenuhi standar.
Pantauan di lapangan menunjukkan lapisan aspal tampak sangat tipis, bergelombang, dan pecah di sejumlah titik. Kondisi tersebut mengindikasikan lemahnya kualitas pekerjaan.
Menurut Solihin, perbaikan yang dilakukan kontraktor pun dinilai tidak tepat. Aspal baru disebut langsung ditimpa di atas genangan air tanpa pembersihan terlebih dahulu.
“Itu masih ada airnya, tidak dibuang dulu, langsung ditimpa,” kata dia.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Hanam (45). Ia menyebut proyek tersebut baru berjalan sekitar setengah bulan namun sudah mengalami kerusakan. Bahkan, pekerjaan jalan dinilai merusak drainase atau siring di sekitar lokasi tanpa perbaikan lanjutan.
“Kecewa sama proyek ini. Tidak beres pekerjaannya. Siring ini seharusnya dipondasi. Setelah dibongkar, tidak diperbaiki lagi,” ujar Hanam.
Hanam yang merupakan penyandang disabilitas mengaku semakin dirugikan dengan kondisi tersebut. Drainase yang rusak menyebabkan genangan air dan berpotensi menimbulkan banjir.
“Saya disabilitas, masa tidak kasihan? Dibongkar tidak diperbaiki. Katanya mau diperbaiki, nyatanya tidak. Ini malah bikin banjir, drainase rusak oleh pihak pemborong,” tambahnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi awak media ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Timur belum membuahkan hasil. Kepala Dinas PUPR, Primadiartha Ramadheni, disebut tidak berada di kantor.
“Pimpinan sedang keluar, jadi kami tidak berani memberikan keterangan,” ujar salah satu staf dinas.
Berdasarkan papan informasi proyek, pengawasan pekerjaan jalan tersebut tercatat dilakukan oleh CV Akas Brother Consultant. (*)