
Mimika, sinarlampung.co – Suasana mencekam menyelimuti Pos Tower 270, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, selama tiga hari berturut-turut. Sebanyak 18 pekerja PT Freeport Indonesia terjebak dalam ketakutan, terisolasi di tengah ancaman teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Operasi Papua Merdeka (OPM).
Namun, mimpi buruk itu berakhir pada Sabtu 10 Januari 2026. Dalam sebuah operasi militer yang terukur dan penuh kehati-hatian, para pekerja tersebut berhasil dievakuasi dengan selamat oleh prajurit TNI.
Operasi penyelamatan ini tidak main-main. Misi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Lucky Avianto.
Operasi Senyap Tembus Belantara
Informasi yang dihimpun, nasib ke-18 pekerja tersebut berada di ujung tanduk setelah akses mereka diputus dan berada dalam jangkauan ancaman kelompok bersenjata.
Menyadari risiko tinggi jika dilakukan serangan terbuka, Mayjen Lucky Avianto memutuskan menggelar “Operasi Senyap”. Selama dua hari, pasukan khusus di bawah komando Pangkoops Habema bergerak dalam senyap. Mereka menembus hutan belantara Papua yang lebat dan menaklukkan medan terjal yang ekstrem menuju titik koordinat Tower 270.
Strategi ini diambil untuk menghindari kontak tembak yang bisa membahayakan nyawa para sandera, sekaligus mengecoh pantauan kelompok separatis. “Momennya sangat menegangkan dan mengkhawatirkan. Para pekerja sudah terjebak selama tiga hari dengan logistik yang menipis dan ancaman yang nyata,” ujar sumber di lapangan.
Tangis Haru Sambut Kebebasan
Kerja keras dan strategi matang TNI membuahkan hasil. Pada Sabtu (10/1/2026), pasukan berhasil mencapai lokasi dan mengamankan seluruh pekerja. Proses evakuasi dilakukan dengan pengawalan ketat hingga ke zona aman.
Tangis haru pecah saat para pekerja tersebut menyadari bahwa nyawa mereka telah diselamatkan. Ke-18 pekerja tersebut kini telah dibawa ke fasilitas kesehatan perusahaan untuk menjalani pemeriksaan medis dan pemulihan trauma (trauma healing).
Keberhasilan operasi ini kembali membuktikan kesiapan Komando Operasi Habema dalam menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua, khususnya dalam melindungi warga sipil dan objek vital nasional dari gangguan kelompok separatis. (Red)