
LAMPUNG TENGAH, sinarlampung.co– Sebuah mobil boks bermuatan kerupuk terjun ke sungai setelah jembatan gantung Way Pengubuan di Kabupaten Lampung Tengah mengalami kerusakan parah atau “melintir” pada Sabtu 17 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Peristiwa ini terjadi saat mobil boks tersebut nekat melintasi jembatan yang menghubungkan Kecamatan Way Pengubuan dan Kecamatan Terbanggi Besar. Padahal, jembatan peninggalan tahun 1973 tersebut kondisinya sudah memprihatinkan dan hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua.
Akibat beban yang tidak sesuai kapasitas, konstruksi jembatan melintir hingga menyebabkan mobil terjatuh dan terseret derasnya arus sungai sejauh kurang lebih 150 meter. Beruntung, mobil tertahan di rerumpunan bambu dan sopir dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
Kepala Kampung Tanjungratu, Samsuri, bersama personel Polsek Way Pengubuan segera meninjau lokasi untuk mengamankan area dan memastikan warga tidak mendekati struktur jembatan yang berbahaya.
“Jembatan ini sangat vital. Ini akses utama bagi anak sekolah, mulai dari tingkat TK hingga SLTA, termasuk para pekerja perusahaan di sekitar sini,” ujar Samsuri. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk membangun kembali jembatan tersebut.
Senada dengan Samsuri, tokoh masyarakat Kampung Purnamatunggal, Basuki, menjelaskan bahwa jembatan ini memiliki nilai sejarah karena dibangun oleh Proyek Transmigrasi Angkatan Darat pada 53 tahun silam.
“Kami memohon pemerintah membangun kembali secara permanen. Kasihan anak-anak sekolah, kalau harus memutar jalan, jaraknya sangat jauh sekali,” harap Basuki.
Hingga Sabtu petang, upaya evakuasi menggunakan mobil derek masih terus dilakukan, namun belum berhasil mengangkat badan mobil dari dasar sungai akibat medan yang sulit dan arus yang deras. (Red)