
Lampung Tengah, sinarlampung.co – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Forum Lintas Media Massa Kabupaten Lampung Tengah (FWLMLT) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, Senin, 29 Desember 2025. Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes atas dugaan ketidakadilan terkait pengelolaan anggaran yang melibatkan Pemkab Lampung Tengah dan Sekretariat DPRD setempat.
Koordinator lapangan aksi, Riki Antoni, menyampaikan bahwa kehadiran para jurnalis bukan untuk menuntut kepentingan pribadi, melainkan menagih kejelasan dan kepastian dari pemerintah daerah.
“Kami datang dengan hormat meminta dan berharap pulang dengan kepastian, kami bukan meminta berlian, bukan pula minta jabatan,” ucap Riki saat berorasi.
Aksi yang berlangsung di depan halaman kantor Pemkab Lampung Tengah itu berjalan tertib dan kondusif.
Menanggapi tuntutan massa, Rusmadi yang mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memberikan ruang dialog dengan membuka audiensi bagi perwakilan jurnalis sebanyak 10 orang.
Dalam audiensi tersebut, Rusmadi menjelaskan bahwa isu penghapusan anggaran tahun 2026 yang beredar di kalangan jurnalis tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, informasi tersebut hanya sebatas isu yang berkembang tanpa dasar yang utuh.
Ia juga menilai besar atau kecilnya anggaran seharusnya tidak dijadikan polemik utama, mengingat pengurangan transfer anggaran dari pemerintah pusat tidak hanya terjadi di Lampung Tengah, melainkan hampir di seluruh daerah di Indonesia.
“Saya menjamin Pemda sudah menganggarkan anggaran ini untuk tahun 2026, saya pikir sudah tidak ada persoalan,” ucapnya.
Meski demikian, Rusmadi menambahkan bahwa pengelolaan anggaran tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku, mulai dari Peraturan Menteri Dalam Negeri, Peraturan Daerah, hingga Peraturan Bupati. Ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan dimaksudkan untuk membenturkan pemerintah daerah dengan insan pers, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Kita upayakan untuk suasana yang kondusif, apa yang tidak bisa diselesaikan dengan secara baik-baik, musyawarah, mufakat, karena Lampung tengah ini punya kita semua, Kami pemerintah daerah punya niatan yang baik dengan teman-teman jurnalis”, demikian diutarakan. (Usud)