
Lampung Barat, sinarlampung.co – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan kunjungan kerja perdana ke Pekon Tanjung Raya untuk meninjau langsung potensi pertanian hortikultura di wilayah tersebut. Kedatangan Gubernur disambut antusias oleh ratusan petani yang menaruh harapan besar pada perbaikan sektor pertanian lokal.
Pekon Tanjung Raya dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura produktif dengan luas lahan mencapai 30 hektare. Di wilayah ini, terdapat 24 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan 1 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menaungi lebih dari 600 petani sayur dan buah.
Dalam dialog terbuka bersama warga, para petani menyampaikan keluhan klasik yang selama ini menghambat kesejahteraan mereka, mulai dari kelangkaan pupuk, ketergantungan harga pada pengepul, hingga fluktuasi harga panen yang tidak menentu.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Mirza menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk segera turun tangan.
“Pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan pupuk bagi petani. Selain itu, kita akan melindungi harga hasil panen melalui perbaikan tata niaga. Tujuannya agar pasar dapat menyerap hasil petani lokal dengan harga yang adil, sehingga petani tidak lagi dirugikan,” tegas Mirza.
Di sisi lain, apresiasi datang dari warga terkait infrastruktur. Perbaikan jalan ruas Liwa–Sukau yang telah rampung dinilai sangat membantu memperlancar distribusi hasil pertanian ke luar daerah, menekan biaya logistik, dan menjaga kesegaran produk hingga ke pasar.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi petani di Pekon Tanjung Raya melalui sinergi antara pembangunan infrastruktur fisik dan kebijakan tata niaga yang pro-petani. (Red)