
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama kurang lebih tiga jam, pada Kamis 25 Desember 2025 malam, menyebabkan banjir di sejumlah titik.
Salah satu wilayah terdampak cukup parah berada di Kelurahan Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu.
Sekitar pukul 19.00 hingga 21.30 WIB, air merendam puluhan rumah warga, khususnya di wilayah RT 03 Lingkungan II. Lokasi yang paling terdampak meliputi kawasan Gang Masjid Al-Faruq dan Perumahan Family 6.
Ketua RT, Ruswanto, mengungkapkan bahwa setidaknya ada sekitar 60 rumah yang terdampak genangan air malam itu. “Secara keseluruhan kurang lebih 60 rumah terendam sejak hujan turun pukul 19.00 WIB. Titiknya ada di ujung Perumahan Family 6 dan Gang Masjid Al-Faruq,” terangnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air bervariasi. Di kediaman warga bernama Sunandar dan Rastijak, air setinggi 10–15 cm masuk hingga ke dalam rumah. Sementara itu, kondisi terparah dialami warga yang berbatasan langsung dengan RT 05 Transmigrasi, seperti kediaman Usman dan Tarpi, di mana ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Sunandar, salah satu warga terdampak, menjelaskan bahwa banjir kali ini bukan disebabkan oleh luapan drainase di depan rumah, melainkan rembesan dari arah belakang.
“Air masuk ke dalam rumah bukan dari drainase depan, tapi justru rembesan dari arah belakang, dari kali Kampung Baru Family 6 ujung. Setiap hujan deras memang sering terjadi banjir,” keluhnya.
Merespons kejadian tersebut, Camat Labuhan Ratu, Hendra Setiawan, S.H., didampingi Lurah Ahyarudin, Tim BPBD Kota Bandar Lampung, Linmas, dan Kepala Lingkungan (Kaling), langsung bergerak cepat meninjau lokasi.
Hendra menginstruksikan jajarannya untuk tetap siaga dan proaktif memberikan informasi kepada warga.
“Tadi hujan memang cukup tinggi. Saya instruksikan para lurah untuk tetap standby dan woro-woro (memberi pengumuman) memantau situasi lingkungan. Kita harus memberikan informasi dan mengambil langkah cepat serta antisipatif jika ada warga yang terdampak,” ujar Hendra di lokasi kejadian.
Ia juga menegaskan bahwa wilayah RT 03 menjadi perhatian khusus pihak kecamatan. Ke depan, pihaknya akan mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi sumbatan aliran air.
“PR ke depan, kita cari langkah-langkah antisipasi dan solusinya. Agar air yang mengalir dari hulu tidak tersumbat. Terutama pada titik sumbat yang tentunya harus didukung oleh masyarakat dalam penanggulangannya,” tambahnya.
Kondisi Mulai Surut
Menjelang tengah malam, sekitar pukul 21.30 hingga 23.00 WIB, genangan air terpantau mulai surut. Warga tampak mulai membersihkan sisa lumpur dan perabotan rumah yang sempat terendam.
Petugas piket BPBD Kota Bandar Lampung, Noval, bersama rekannya Gerat, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan situasi masih terkendali.
Masih aman untuk Labuhan Ratu. Tidak ada kejadian luar biasa dan sejauh ini belum ada warga yang perlu dievakuasi,” jelas Noval.
Meski demikian, tim BPBD tetap menyiagakan personel dan menurunkan peralatan, termasuk mesin penyedot air menggunakan kendaraan dinas BPBD, untuk mempercepat penanganan sisa genangan di lokasi. (Red)