
Cilegon, sinarlampung.co – Dunia jurnalistik kembali diingatkan pada pentingnya komitmen dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Hal ini mencuat dari rencana pertemuan liputan antara wartawan Azhar dengan wartawan Nandi di kawasan ASDP Merak yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam komunikasi yang berlangsung, Nandi menyampaikan ketidakpastian agenda kerja pada hari tersebut. Ia mengungkapkan rencana berpindah lokasi ke Cipondoh sejak pagi, disertai pernyataan yang menunjukkan tidak adanya kesiapan kerja yang jelas.
“Gak jelas nih hari ini, gak niat kerja. Harus ke pemilik tambang,” ujar Nandi dalam percakapan singkat yang diterima Azhar.
Pernyataan tersebut menimbulkan kekecewaan, mengingat pertemuan di Merak sebelumnya telah direncanakan sebagai bagian dari agenda peliputan. Tidak adanya kejelasan waktu, lokasi, dan tujuan kerja dinilai bertentangan dengan etika dasar profesi wartawan yang menuntut disiplin, kejelasan agenda, serta tanggung jawab terhadap rekan seprofesi.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting bahwa kerja jurnalistik bukan sekadar hadir di lapangan, melainkan juga menjunjung tinggi integritas, komunikasi yang profesional, serta komitmen terhadap tugas dan kolega. Tanpa itu, kepercayaan publik dan soliditas antarwartawan berpotensi terkikis.
Sebagai pilar informasi publik, wartawan dituntut tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga memberi teladan dalam sikap dan etika kerja. (*)