
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia (KRAPSI) Babinsa 21 Cup ditargetkan menjadi agenda tahunan berskala lebih besar di Provinsi Lampung.
Harapan tersebut disampaikan Kasdam XXI/Radin Inten Brigadir Jenderal TNI Andrian Susanto, usai penutupan kejuaraan dalam peringatan Hari Juang TNI AD Tahun 2025 di Kolam Renang Pahoman, Bandar Lampung, Minggu, 21 Desember 2025.
Kasdam menilai ajang tersebut memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet renang sejak usia dini melalui kompetisi berjenjang. Selain sebagai sarana pencarian bibit unggul, kejuaraan ini juga dinilai mampu menumbuhkan semangat juang, sportivitas, dan solidaritas di kalangan atlet.
“Saya berharap semangat Hari Juang TNI AD terus hidup dalam diri kita semua. Agenda ini kita harapkan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Kita targetkan tahun depan event ini lebih besar dengan partisipasi peserta yang lebih masif,” ujar Brigjen TNI Andrian Susanto.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pengembangan olahraga, khususnya cabang renang yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak prestasi daerah.
Menurutnya, renang merupakan cabang olahraga strategis dengan banyak nomor pertandingan yang berpeluang menjadi lumbung medali. Tingginya animo peserta dan antusiasme masyarakat dalam KRAPSI Babinsa Cup menjadi indikator kuat bahwa pembinaan atlet harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur yang memadai.
“Potensi olahraga ini di Lampung cukup menjanjikan. Oleh karenanya, harus disentuh dengan baik dari sisi atlet maupun infrastrukturnya. Jika atletnya potensial, maka infrastruktur pendukungnya harus kita siapkan,” tegas Sekdaprov.
Meski demikian, Sekdaprov mengakui bahwa pembangunan infrastruktur olahraga tetap harus disesuaikan dengan kondisi fiskal daerah. Pemerintah Provinsi Lampung, kata dia, telah memiliki desain perencanaan yang matang, namun realisasinya dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan skala prioritas.
“Kita punya desain perencanaan untuk meningkatkan infrastruktur olahraga. Namun, semuanya kembali kepada kemampuan keuangan daerah. Dengan fiskal yang terbatas, kita harus bijak dan melakukan penyesuaian. Bukan tidak dilaksanakan, tetapi kita pilih mana yang sangat prioritas untuk didahulukan,” ujarnya.
Untuk menyiasati keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemprov Lampung membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik melalui pengajuan anggaran ke APBN maupun pemanfaatan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).
“Rencana tahun depan sudah ada dan akan kita bahas bersama DPRD untuk mengkalkulasi kembali kemampuan keuangan. Namun, pembangunan tidak harus selalu mengandalkan APBD. Kita bisa berkolaborasi, mengajukan usulan ke APBN, serta bersinergi dengan semua pihak melalui dana CSR olahraga,” jelasnya.
Selain itu, Sekdaprov juga mendorong pemerataan fasilitas olahraga renang agar tidak terpusat di satu lokasi. Pemanfaatan kolam renang berstandar internasional di Universitas Lampung (Unila) serta kerja sama dengan pihak ketiga di daerah lain menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan.
“Jangan terpaku hanya di Bandar Lampung atau di Pahoman saja. Kita punya opsi lain dan kolaborasi dengan pihak ketiga untuk menyiapkan infrastruktur yang lebih siap dan merata,” pungkasnya.
Pada akhir kegiatan, Kasdam XXI/Radin Inten turut memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, Pemerintah Provinsi Lampung, serta Forkopimda yang telah memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar. Ia juga berpesan kepada para atlet agar menjadikan kejuaraan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan prestasi ke level yang lebih tinggi.
“Bagi yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman ini sebagai langkah evaluasi untuk tampil lebih baik di kesempatan berikutnya,” pesannya. (*)