
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Badan Gizi Nasional (BGN) Dapur Shakila yang berlokasi di Desa Sumberagung, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam menyediakan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan sekitar melalui pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) secara rutin.
Sebagai dapur pelayanan gizi yang beroperasi setiap hari, aktivitas pengolahan makanan di Dapur Shakila menghasilkan limbah cair yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Untuk mencegah dampak lingkungan, pihak dapur melakukan pembersihan dan penyedotan IPAL secara berkala dengan menggandeng perusahaan swasta yang bergerak di bidang pengelolaan limbah cair.
Kepala Satuan Penyelenggara Pelayanan Gizi (SPPG) Dapur Shakila, Husni, mengatakan penyedotan limbah dilakukan setiap 15 hari sekali guna memastikan air limbah tidak meluap dan mencemari lingkungan sekitar.
“Penyedotan air limbah ini rutin kami lakukan agar tidak meluap ke tanah milik warga. Tujuannya supaya area sekitar dapur tetap bersih dan tidak menimbulkan bau yang mengganggu,” ujar Husni.
Menurutnya, pengelolaan IPAL yang baik menjadi bagian penting dari pelayanan gizi yang berkelanjutan. Selain menjaga lingkungan, langkah tersebut juga bertujuan menciptakan kenyamanan bagi warga sekitar serta penerima manfaat yang setiap hari beraktivitas di dapur tersebut.
Komitmen terhadap kebersihan lingkungan itu berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas layanan makanan. Husni menegaskan, seluruh proses pengolahan makanan di Dapur Shakila selalu diawasi oleh tenaga ahli gizi, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun standar kebersihan.
“Setiap menu kami susun sesuai kebutuhan gizi dan dipastikan memenuhi standar kesehatan. Ini penting agar makanan yang diterima benar-benar aman dan bermanfaat,” jelasnya.
Langkah Dapur Shakila tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar. Salah satu warga Desa Sumberagung, Suyatin, mengaku merasa lebih tenang dengan adanya pengelolaan limbah yang rutin dilakukan.
“Kami senang karena dapur ini memperhatikan lingkungan. Dulu sempat ada kekhawatiran soal bau, tapi sekarang sudah tidak ada. Mereka juga terbuka dan mau berkomunikasi dengan warga,” ujarnya.
Sementara itu, pihak perusahaan penyedot limbah yang bekerja sama dengan Dapur Shakila menyatakan komitmennya untuk menjalankan proses penyerapan limbah sesuai prosedur dan standar keselamatan lingkungan yang berlaku.
“Kami memastikan setiap proses penanganan limbah dilakukan dengan benar dan aman sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan,” kata perwakilan CV tersebut.
Husni menegaskan, Dapur Shakila akan terus meningkatkan kualitas layanan, baik dalam penyediaan makanan bergizi maupun dalam menjaga lingkungan sekitar.
“Kami berkomitmen menjaga kebersihan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, sekaligus memastikan penerima manfaat memperoleh layanan dan makanan yang berkualitas,” pungkasnya. (Waluyo/*)