
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Program penanaman jagung nasional kembali digencarkan Polri sebagai langkah memperkuat swasembada pangan. Di Lampung, upaya itu dilakukan melalui penanaman di lahan seluas 1.054,10 hektare yang tersebar di 15 kabupaten dan kota, dengan estimasi hasil panen mencapai 4.216,40 ton.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh mendukung peningkatan produksi jagung nasional. Ia menyebut target panen nasional sebesar 4 juta ton diyakini bisa dicapai melalui sinergi berbagai pihak.
“Kontribusi Polri dalam rangka mewujudkan swasembada pangan jagung dengan target hasil panen 4 juta ton, Insya Allah kita bisa wujudkan,” ujar Dedi.
Khusus di Provinsi Lampung, Polri memusatkan kegiatan penanaman jagung kuartal keempat tahun ini di Kabupaten Lampung Selatan. Penanaman dilakukan di dua titik utama, yakni Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, dan Desa Pisang, Kecamatan Penengahan. Total lahan yang digarap pada agenda tersebut seluas 89 hektare.
“Hari ini kita laksanakan penanaman pada lahan 89 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 260 ribu ton,” ungkap Wakapolri.
Dedi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Polri dalam memperkuat cadangan pangan dan mendukung stabilitas harga komoditas strategis. Selain meningkatkan produksi, Polri juga berperan dalam penyerapan hasil panen jagung yang menjadi salah satu sumber pasokan bagi Perum Bulog.
Ia menyampaikan bahwa Lampung menjadi salah satu provinsi dengan tingkat penyerapan jagung tertinggi di Indonesia.
“Lampung mampu menyerap jagung hingga 19.724 ton dan menjadi salah satu provinsi dengan daya serap tertinggi di Indonesia,” katanya.
Melalui dukungan Polri dan kerja sama lintas sektor, program penanaman jagung ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas jagung nasional secara signifikan. (*)