
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Tiga LSM yang tergabung dalam aliansi Triga Lampung menyoroti kenaikan tarif Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) yang mulai berlaku pada Kamis, 27 November 2025. Mereka menilai kenaikan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan pelayanan yang memadai.
Ketua Umum DPP Akar Lampung, Indra Mustain, menegaskan bahwa keberadaan tol merupakan wujud pemerataan pembangunan dan harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Anehnya, Tol Sumatera, khususnya Lampung, belum naik saja kemarin sudah masuk kategori tol termahal di Indonesia. Ditambah lagi dengan kenaikan saat ini. Bayangkan, per kilo hampir Rp500 naiknya,” ujarnya.
Indra mengatakan, jika penyesuaian tarif dilakukan sesuai regulasi dua tahunan seperti yang disampaikan pengelola tol, maka evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) juga seharusnya dilakukan secara nyata, bukan sekadar formalitas.
Penyesuaian tarif, kata Indra, harus dibarengi peningkatan layanan, sehingga pengguna tol dapat merasakan level of service yang dijanjikan. Ia menilai pernyataan peningkatan layanan yang disampaikan pihak Pengelola Tol Bakter pekan lalu hanya “omong kosong”.
“Pada Mei 2023 lalu saat naik tarif Tol Bakter, Direktur Operasi III Hutama Karya juga menyampaikan janji-janji peningkatan pelayanan. Nyatanya, keluhan pengguna tol tetap tidak berubah: mulai dari jalan bergelombang, kurangnya penerangan, hingga rest area yang belum maksimal,” tegas Indra.
Indra juga mengkritik sikap pengelola tol yang dinilainya tidak konsisten. “Ironisnya, saat menaikkan tarif tol kali ini, pihak pengelola seperti politisi busuk. Janjinya, maksimalkan dulu pelayanan baru naikkan tarif, tapi yang terjadi malah sebaliknya,” ujarnya.
Saat ini, DPP Akar Lampung bersama Triga Lampung rutin menggelar aksi di Jakarta. Mereka telah melakukan demonstrasi di Kejaksaan Agung dan KPK RI, dan pekan ini dijadwalkan melanjutkan aksi ke kantor BP BUMN dan Danantara untuk memprotes kenaikan tarif tol tersebut.
Di kesempatan yang sama, Koordinator Aliansi Keramat, Sudirman Dewa, mengatakan aksi Triga Lampung di Jakarta memasuki hari ketiga pada Kamis (4/12). Aksi itu mendesak BP BUMN dan pimpinan Danantara mengambil langkah terhadap pengelola Tol Bakter.
Aspirasi tersebut juga akan disampaikan kepada Presiden RI, mengingat layanan dan infrastruktur Tol Bakter dinilai buruk.
“Jangan karena dalih regulasi semata, tapi tidak mendengar aspirasi rakyat. Sudah cukup rakyat mengeluh. Jangan sampai keluhan ini memuncak kembali,” ujar Sudirman. (*)