
Pesawaran, sinarlampung.co–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran dituding terlibat dalam dugaan praktik korupsi masif terkait pengadaan laptop senilai total Rp5 miliar. Tudingan serius ini dilayangkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Serikat Masyarakat Lampung Anti Korupsi (SIMULASI), yang mengklaim telah menemukan bukti adanya mark up harga yang signifikan hingga praktik pungutan liar (Pungli) yang terstruktur.
Koordinator Investigasi SIMULASI, Agung Irwansyah, menjelaskan bahwa temuan mereka berpusat pada paket pengadaan dengan kode RUP 54665873. Penyimpangan yang teridentifikasi mencakup dua modus operandi utama yaitu dugaan Mark Up harga yang fantastis dan dugaan pungutan liar (Pungli) terstruktur.
Penyimpangan dugaan Mark UpLaptop merek Libera dengan spek Intel Core i7-12650H/RAM 16GB/500GB dibanderol ± Rp25.000.000 per unit. Harga ini dinilai jauh di atas harga pasar untuk spesifikasi serupa.
SIMULASI menyoroti harga pengadaan per unit laptop yang jauh di atas harga pasar.
| Spesifikasi Laptop yang Disediakan | Harga Pengadaan (Tudingan) | Harga Pasar Rata-Rata (Pembanding)* | Selisih (Mark Up) |
| Merek Libera (Spek: Intel Core i7-12650H/RAM 16GB/500GB SSD) | $\pm$ Rp25.000.000 per unit | Rp10.000.000 – Rp14.000.000 per unit | $\pm$ Rp11.000.000 – Rp15.000.000 |
Keterangan Pembanding:Berdasarkan penelusuran harga pasar, laptop dengan prosesor setara Intel Core i7-12650H dan RAM 16GB serta SSD 512GB/1TB dari berbagai merek (termasuk merek lokal dan brand ternama) saat ini rata-rata dibanderol di kisaran harga tersebut. Hal ini menguatkan dugaan mark up hingga lebih dari 100% per unit.
Kemudian adanya dugaan pungutan liar dengan pola dilakukan pemotongan sebesar Rp500.000 per unit laptop yang disalurkan ke sekolah, diduga melibatkan Koordinator Kecamatan (Korcam) UPT Pendidikan. Diperkirakan mencapai Rp100.000.000 (asumsi 200 unit)
SIMULASI menyoroti bahwa temuan dugaan korupsi ini bukan kasus tunggal, melainkan memperkuat dugaan adanya praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) yang sistemik di Disdikbud Pesawaran. Sebelumnya, institusi ini juga menghadapi laporan-laporan mengenai dugaan korupsi pengadaan mebeler dan pengondisian proyek fisik.
Sebagai tindak lanjut, SIMULASI telah melayangkan surat konfirmasi resmi serta pemberitahuan aksi demonstrasi. Mereka mendesak pihak berwenang, yaitu Inspektorat Daerah, Kejaksaan, dan Kepolisian, untuk segera melakukan investigasi mendalam dan independen guna mengusut tuntas dugaan kerugian negara yang ditimbulkan.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Pesawaran, termasuk Sekretaris dan Kepala Bidang terkait, memilih untuk bungkam dan tidak memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi yang dilayangkan oleh wartawan terkait tudingan LSM tersebut.
Catatan Redaksi:
Berita ini berdasarkan laporan dan temuan yang disampaikan oleh LSM SIMULASI. Pihak berwenang didesak untuk memverifikasi dan menindaklanjuti dugaan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.