
Jakarta, sinarlampung.co – Maha Eka Swasta membuka Kongres Pewarta Foto Indonesia (PFI), ke-VIII, pada 21–23 November 2025 di Jakarta. Kongres ini merupakan forum tertinggi organisasi untuk merumuskan kebijakan dan memilih kepengurusan baru itu dimulai dengan peluncuran buku advokasi anggota PFI.
Dalam sambutannya, Maha Eka Swasta, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers, menekankan peran penting pewarta foto sebagai “saksi zaman” yang mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting, meskipun sering kali bekerja di balik layar. PFI bekerja dalam senyap namun menghasilkan gambar-gambar penting yang menjadi dokumentasi perjalanan bangsa.
Maha Eka menyoroti tantangan besar yang dihadapi para pewarta foto di era digital, mulai dari maraknya manipulasi visual, tekanan industri media, hingga perubahan pola konsumsi publik. “Karena itu, PFI harus menjadi organisasi yang solid, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta visioner dalam menata masa depan profesi,” Ujarnya, Jumat, 21 November 2025.
Kongres ke-8 juga akan memilih ketua dan sekretaris baru untuk periode 2025–2028. Maha Eka mengingatkan bahwa amanah ini akan menentukan arah organisasi di tengah dinamika dunia media yang terus berubah.
Maha Eka juga mengajak seluruh peserta kongres untuk bersikap dewasa, sportif, dan mengutamakan persatuan. “Perbedaan pendapat harus tetap diselesaikan melalui dialog yang terbuka dan saling menghormati,” ujarnya.
Maha Eka juga memberikan apresiasi kepada pengurus PFI periode sebelumnya yang telah membawa organisasi semakin berkembang, termasuk menjadi lembaga uji kompetensi wartawan serta konstituen Dewan Pers.
Kongres dihadiri oleh 20 perwakilan PFI dari berbagai daerah, termasuk Bogor, Palu, Lampung, Yogyakarta, Aceh, Makassar, Malang, Surabaya, Solo, Semarang, Kepulauan Riau, Timika, Pontianak, Bandung, Tangerang, Jakarta, Pekanbaru, Palembang, Jambi, dan Medan.
Hadir pula dalam acara ini para penguji Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia, yaitu Alex Suban, Gino Franki, Hermanus, dan Saptono, yang turut memperkuat peran PFI dalam meningkatkan standar profesionalisme di bidang fotografi jurnalistik.
Usai seremoni pembukaan Ketua umum PFI Pusat Reno esnir memberikan buku saku advokasi, untuk Pewarta kepada perwakilan Anggota Dewan Pers, Maha Eka Swasta saat ini adalah sebagai anggota Dewan Pers dan Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi. Maha Eka adalah tokoh penting di organisasi tersebut yang baru-baru ini menorehkan sejarah dengan terpilih sebagai anggota Dewan Pers periode 2025–2028, pencapaian pertama bagi PFI.
Keterlibatannya dalam kepengurusan PFI sebelumnya antara lain sebagai penguji dalam Uji Kompetensi PFI. (Red)