
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Budayawan Lampung Andy Achmad Sampurna Jaya resmi mewariskan Badik Pagardewa kepada Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah sebagai pesan pelestarian pusaka daerah. Penyerahan dilakukan pada Rabu, 19 November 2025, melalui utusannya yang datang ke Balai Wartawan H. Solfian Akhmad.
Kanjeng Andy sapaan akrabnya, dihubungi melalui telepon, menegaskan bahwa pemberian badik itu adalah bentuk kepeduliannya agar pusaka khas Lampung tidak tergerus oleh simbol budaya lain. Ia mengaku kerap melihat dalam pelaksanaan Begawi masih banyak orang menggunakan senjata dari luar Lampung.
“Bahkan saya lihat malah ada yang pakai Samurai. Padahal, kita Lampung punya senjata sendiri. Jadi, pemberian ini juga misi untuk mengenalkan pusaka-pusaka Lampung. Karenanya, tolong dilestarikan,” pinta Kanjeng.
Ia menyebut, selain Ketua PWI Lampung, dirinya juga pernah memberikan pusaka Lampung kepada para gubernur sejak era Sjachroedin ZP, M. Ridho Ficardo, Arinal Djunaidi, hingga Rahmat Mirzani Djausal. Untuk tokoh yang aktif di kegiatan adat, ia biasanya memberikan keris.
“Nah, bagi yang aktif sebagai tokoh masyarakat, seperti Ketua PWI Lampung, saya memberikan badik,” ucapnya.
Badik yang diberikan kepada Wira disebutnya merupakan badik tua Pagardewa yang memiliki pamor dan nilai pusaka tinggi.
“Yang saya tahu, Ketua PWI Lampung juga keturunan Pagardewa, makanya saya memberikan badik tua Pagardewa kepada adinda Wira,” ucapnya.
Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengucapkan terima kasih atas pemberian tersebut. Ia menegaskan akan menjaga pusaka itu dengan baik. Wira juga membenarkan bahwa dirinya adalah keturunan Pagardewa dan memiliki gelar adat Tuan Permatou Jagad dari Pepadun Suttan Akbar, Marga Tegamoan, Tiyuh Pagardewa, Tulangbawang Barat (Tubaba).
“Sidi (kakek, Red) saya memang berasal dari Tiyuh Pagardewa, Tubaba. Bahkan makamnya ada di tiyuh tersebut. Berikut makam paman kandung saya Buya M. Roem Akbar yang merupakan sahabat karib Kanjeng Andy Achmad,” katanya. (*)