
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lampung, Hendra Apriawan, menegaskan bahwa kolaborasi antar guru dan tenaga kependidikan di Lampung kini semakin solid dan menjadi kunci menghadirkan layanan pendidikan terbaik. Ia menganalogikan kekuatan kolaborasi seperti lidi yang berserakan, tidak berarti apa-apa jika berdiri sendiri, tetapi kuat ketika diikat menjadi satu.
“Kolaborasi guru dan tenaga kependidikan Provinsi Lampung lidi-lidinya sudah terkumpul menjadi satu ikatan. Tujuan kita satu, memberikan layanan terbaik bagi siswa,” kata Hendra saat ditemui sinarlampung.co, Selasa, 11 November 2025.
Ia menyampaikan, keberhasilan acara Festival Kreasi GTK 2025 merupakan wujud kolaborasi BGTK Lampung dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Festival ini menjadi ruang silaturahmi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Lampung.
“Ini semua dalam rangka menunjukkan hasil kreatifitas para guru dan tenaga pendidikan, hasil karyanya memberikan motivasi bagi teman-teman guru lainnya,” tegasnya.
Dalam festival tersebut, karya dan praktik terbaik guru ditampilkan di 15 stand kabupaten/kota ditambah satu stand provinsi. Setiap pengunjung bisa melihat dan mengadopsinya di wilayah masing-masing. Tahun ini, Bandar Lampung menjadi tuan rumah.
“Ini tahun ke dua, tahun pertama kita selenggarakan kerja sama tuan rumahnya Kota Metro. Harapannya, kegiatan akan terus berlanjut untuk saling berkolaborasi,” tutupnya.
Pada ajang yang sama, tiga pengurus Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Lampung mencatat prestasi. Septeri Marbhara meraih Peringkat 1 Kategori Pelopor Komunitas Belajar Kepala Satuan Pendidikan dan akan mewakili Lampung di tingkat nasional. Kemudian, Kurniati Saiutami meraih Peringkat 2 Kategori Pelopor Komunitas Belajar Guru SD/SMP, dan Natalia Juliana Surya meraih Peringkat 2 Terbaik Kategori Pelopor Komunitas Belajar Guru SMA/SMK/SLB.
Ketua FGMPL Lampung, Sumedi, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian tersebut.
“Semoga saja teman-teman yang lain bisa termotivasi dengan kemenangan ini. Mudah-mudahan ini berlanjut untuk memajukan literasi Lampung,” ujarnya.
FGMPL juga berterima kasih kepada Disdikbud Lampung, Dispusip Lampung, BGTK Lampung, dan pihak lain yang telah mendukung dan membina para peserta.
Selain itu, Festival Kreasi GTK 2025 juga beririsan dengan Festival Cerpen Indonesia 2025. BGTK Lampung memberikan dukungan penuh pada penerbitan buku antologi cerpen bertema “Persahabatan,” berisi karya peserta dari Lampung. Festival cerpen ini merupakan kolaborasi antara FGMPL dan SIP Publishing Banyumas, Jawa Tengah, dan akan diluncurkan pada pertengahan Desember mendatang.
Profil Singkat Para Juara FGMPL
1. Septri Marbhara – Pelopor Komunitas Belajar Kepala Satuan Pendidikan. Karyanya berjudul “Jak Ruang Kelas Haguk Panggung Bukelas” menonjolkan revitalisasi bahasa daerah di Way Kanan, dilengkapi portofolio metode STAR dan video praktik.
2. Kurniati Saiutami – Pelopor Komunitas Belajar Guru SD/SMP. Fokus pada pemetaan kebutuhan guru, pelatihan kompetensi, pembuatan video pembelajaran, kurikulum, hingga rekam jejak digital komunitas.
3. Natalia Juliana Surya – Pelopor Komunitas Belajar SMA/SMK/SLB. Membangun Sekolah Dapur Kreasi Guru di SMA Negeri 10 Bandar Lampung. Mengusung kearifan lokal “Sakai Sambayan Nyambai Ilmu,” dengan moto: maju sendiri tidak keren, maju bersama bermanfaat. (Heny)