
Tanggamus, sinarlampung.co-Ruas jalan Provinsi yang menghubungkan Putihdoh–Tengor di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, dilaporkan ambles dan miring drastis setelah dihantam gelombang pasang pada Minggu, 9 November 2025. Ironisnya proyek jalan itu baru tiga bulan rampung dibangun atau PHO Agustus 2025 lalu.
Kerusakan ini tidak hanya menciptakan retakan besar yang membelah aspal, tetapi juga menyebabkan badan jalan bergeser dan miring hingga sekitar 30 derajat, menyisakan jalur sempit yang sangat berbahaya bagi pengendara.
Informasi di lokasi jalan itu meyebutkan keretakan sudah ada sejak beberapa hari terakhir, dan diperparah oleh gelombang pasang besar yang terjadi pada malam sebelumnya, hingga menyebabkan abrasi parah yang menggerus habis bagian pinggir jalan yang menghadap ke laut.
Kondisi ini praktis mengganggu akses utama antarpekon di wilayah pesisir Cukuh Balak. Foto dan vidio amatir yang beredar di media sosial menunjukkan mobil minibus harus berjalan merayap dalam posisi miring dan nyaris kehilangan keseimbangan. Sementara kendaraan besar, termasuk truk, memilih memutar balik karena risiko tergelincir.
Warga Inisiatif Atur Jalan
Hingga malam ini, warga setempat mengambil inisiatif untuk mengatur lalu lintas dan memberikan peringatan kepada pengendara yang melintas.“Sudah retak-retak dari beberapa hari lalu, tapi habis ombak besar semalam langsung ambles makin dalam,” kata seorang warga yang merekam kejadian.
Warga pengguna jalan mulai takut melintas. “Kami takut lewat. Ini jalan provinsi tapi keadaan makin parah. Kalau nggak cepat ditangani bisa putus total,” ujar warga lainnya dengan nada khawatir.
Warga setempat mendesak Pemerintah Provinsi Lampung dan Dinas terkait, khususnya Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK), untuk segera melakukan penanganan darurat.
Warga meminta segera dilakukan Pemasangan rambu peringatan dan pengamanan sementara yang layak. Kemudian ada tindakan perbaikan cepat sebelum kerusakan meluas dan menyebabkan akses putus total.
Respons Pemerintah Masih Nihil
Hingga berita ini diturunkan Minggu 9 November 2025 malam belum ada keterangan resmi dan tindakan darurat dari pihak Pemerintah Provinsi Lampung maupun Dinas BMBK terkait penanganan amblesnya ruas jalan Putihdoh–Tengor.
Untuk diketahui jalan itu baru selesai diperbaiki dan PHO pada Agustus 2025 (ruas Umbar–Putih Doh). Sebelumnya juga telah disorot media karena dugaan kerusakan dini dan kualitas yang dipertanyakan. Amblesnya jalan ini menambah daftar panjang kritik terhadap ketahanan infrastruktur di wilayah pesisir Tanggamus yang rawan bencana. (Red)