
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Gerakan literasi kembali menggeliat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Lampung menyatakan dukungannya terhadap Festival Cerpen Indonesia 2025, ajang menulis nasional yang mengangkat tema kearifan lokal Lampung sebagai wajah budaya di kancah nasional.
Festival ini digelar hasil kolaborasi Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Provinsi Lampung dan SIP Publishing, penerbit asal Purwokerto, Jawa Tengah. Puncak acaranya akan berlangsung di Bandar Lampung, 14 Desember 2025, bertepatan dengan peluncuran buku antologi cerpen peserta.
Kepala Dispusip Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, melalui Sekretaris Dinas Surya Aprina Suud, menyampaikan apresiasi penuh terhadap festival ini.
“Kami mendukung Festival Cerpen Indonesia 2025 yang akan mengusung kearifan lokal Lampung,” ujar Surya di ruang kerjanya, Gedung Nuwo Baca Zainal Abidin Pagaralam, Rabu (29/10/2025).
Sebagai Dewan Penasehat Kebijakan FGMPL Lampung, Dispusip melihat festival ini bukan sekadar ajang lomba menulis, tetapi bagian dari gerakan literasi yang memperkuat identitas budaya daerah. Surya juga mendorong pelajar, mahasiswa, hingga ASN Dispusip ikut berpartisipasi.
“Ini wadah untuk menumbuhkan minat menulis dan memperkenalkan Lampung lewat karya sastra,” tambahnya.
Antusiasme peserta terbilang luar biasa. Hingga akhir Oktober, lebih dari 2.500 peserta dari seluruh Indonesia termasuk dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam sudah terdaftar. Panitia menargetkan partisipasi mencapai 5.000 peserta.
Ketua Panitia, Arsiya Heni Puspita, yang juga pengurus FGMPL Lampung, menjelaskan bahwa festival ini membuka ruang luas bagi masyarakat untuk belajar menulis secara gratis.
“Peserta akan mendapat pelatihan menulis cerpen secara daring selama tiga hari dengan narasumber nasional,” ujarnya.
Pelatihan akan digelar 9-11 November 2025, menghadirkan Sasti Gotama, Royyan Julian, dan Yuditeha sebagai mentor. Setelah itu, peserta mengirimkan naskah mulai 12 hingga 26 November, lalu melalui proses kurasi dan penjurian hingga 12 Desember.
Karya terbaik akan diterbitkan dalam buku antologi nasional, dengan total hadiah Rp15 juta untuk 15 penulis terbaik, piagam penghargaan untuk 200 karya unggulan, serta sertifikat partisipasi bagi seluruh peserta.
Selain mendapat pelatihan, setiap peserta juga memperoleh modul materi, video pembelajaran, dan e-sertifikat 34 Jam Aktivitas Produktif (JAP).
FGMPL Lampung sendiri merupakan wadah para guru dan pegiat literasi yang terbentuk pada 2021 di bawah naungan Forum Indonesia Menulis (FIM). Sedangkan SIP Publishing, berdiri sejak 2014, telah menerbitkan lebih dari 3.900 judul buku dan meraih penghargaan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jawa Tengah sebagai salah satu penerbit terbaik tahun 2024. (Heny)