
Pringsewu, sinarlampung.co – Tiga kreator muda diumumkan sebagai pemenang Lomba Konten Kreatif Pringsewu Cultural Festival dan Kapolres Cup II Tahun 2025, yang digelar oleh Polres Pringsewu. Mereka dinilai berhasil menghidupkan semangat budaya lewat karya digital yang menyebar luas di media sosial.
Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pringsewu Cultural Festival, sekaligus bentuk apresiasi terhadap para kreator digital yang berperan penting dalam mempromosikan nilai budaya dan memperkuat citra positif Kabupaten Pringsewu di ruang digital.
Juara pertama diraih Albab Janatul Firdaus dari platform Seputar Pringsewu. Albab memukau dewan juri lewat konten yang dinilai paling informatif dengan interaksi publik tertinggi. Narasi yang kuat, dikemas dengan visual menarik, menjadikan kontennya rujukan utama masyarakat selama festival berlangsung.
Juara kedua diraih Albi Pradana dari kanal Info Pringsewu, yang sukses menampilkan dokumentasi kegiatan dengan gaya modern dan komunikatif. Karyanya dinilai efektif menarik perhatian generasi muda dan memperluas jangkauan publikasi hingga ke luar wilayah Pringsewu.
Sementara juara ketiga diraih Zaini dari akun Pringsewu Berwarna. Dengan gaya artistik dan emosional, Zaini menggambarkan suasana festival penuh warna, mendekatkan masyarakat dengan budaya lokal melalui bahasa visual yang segar.
Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan budaya dan olahraga ini. Ia menegaskan, keberhasilan festival tidak hanya milik panitia, tapi juga berkat kolaborasi masyarakat, seniman, dan kreator digital.
“Saya mengucapkan selamat kepada para juara lomba konten kreatif. Ketiganya memiliki tingkat keterlibatan dan jangkauan yang tinggi selama pelaksanaan festival. Ini menunjukkan adanya kerja keras dan kreativitas yang berdampak positif terhadap promosi kegiatan,” katanya.
Kapolres menambahkan, Pringsewu Cultural Festival merupakan proyek budaya kedua selama masa kepemimpinannya. Jika proyek pertama fokus pada rasa aman, maka kegiatan ini diarahkan untuk menumbuhkan rasa nyaman di tengah masyarakat.
“Pemimpin sebelumnya banyak memberikan perhatian pada pembangunan aspek fisik atau tangible. Pada periode ini, kami memberikan perhatian terhadap aspek nonfisik seperti rasa aman dan nyaman, karena tugas utama kami adalah melayani dan melindungi,” ujarnya.
Ia menilai festival ini memberi dampak yang lebih luas dari sekadar hiburan.
“Pringsewu Cultural Festival memberikan pengaruh positif dan menjadi rujukan bagi sejumlah daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ini bermanfaat dan dapat diterapkan secara lebih luas,” tutur Kapolres.
Salah satu pemenang, Albi Pradana, mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan yang tidak hanya bernilai kompetitif, tetapi juga sarat pesan budaya.
“Bagi saya, ikut serta dalam Pringsewu Cultural Festival bukan hanya tentang kompetisi, tetapi bentuk kecintaan terhadap budaya daerah. Saya merasa bangga bisa berkontribusi melalui media digital untuk memperkenalkan Pringsewu ke masyarakat luas. Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menggerakkan generasi muda untuk lebih peduli terhadap identitas lokal,” ujar Albi.
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar dengan ruang yang lebih luas bagi kreator muda untuk berkolaborasi dan menyalurkan ide-ide kreatif dalam pelestarian budaya daerah. (Rls/Sahirun/Red)