
Purworejo, sinarlampung.co – Wakil Bupati Purworejo. Dion Agasi Setiabudi SI,Kom. Msi beserta jajaran Forkopimda dan didampingi oleh Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Purworejo, melakukan inspeksi ke beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (07/10/2025).
Sedikitnya, ada empat SPPG yang ditinjau. Yakni SPPG Pangenjuru Tengah Kecamatan Purworejo, SPPG Purwosari Kecamatan Purwodadi, SPPG Loano Kecamatan Loano dan SPPG Bener Kecamatan Bener.
Dion menyampaikan,tujuan inspeksi yan dilakukan nya untuk memastikan pelaksanaan program MBG dapat berjalan optimal sesuai SOP dan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) kepada seluruh dapur MBG yang sudah beroperasi di wilayah Kabupaten Purworejo.
Inspeksi yang dilakukan wakil Bupati Purworejo terpilih tersebut menyasar empat SPPG yang telah menjalankan layanan distribusi MBG, yakni SPPG Pangenjuru Tengah Kecamatan Purworejo, SPPG Purwosari Kecamatan Purwodadi, SPPG Loano Kecamatan Loano dan SPPG Bener Kecamatan Bener.
Dalam keteranganya. Wakil Bupati yang akrab disapa Dion tersebut menyampaikan, pihak nya masih banyak menemukan dapur MBG yang belum sesuai dengan standar yang ditetapkan BGN pada sidak yang dilakukan sebelum nya.
Lebih lanjut Dion menjelaskan, terkait SPPG yang diduga menyebabkan keracunan di SMPN 8 dan SMAN 3 pada 2 Oktober yang lalu. Saat ini,SPPG yang dianggap bermasalah tersebut ditutup sementara oleh BGN sembari menunggu hasil uji laboratorium terkait dengan sampel makanan diambil.
Penutupan sementara yang dilakukan BGN bertujuan sebagai evaluasi dan peringatan serta pembelajaran bagi SPPG lain supaya melaksanakan tatakelola dapur sesuai SOP.
Dalam kesempatan tersebut, Dion mengingatkan kepada seluruh dapur SPPG yang sudah beroperasi supaya menjalankan quality control dan SOP yang telah ditetapkan BGN. Dion mengajak kepada seluruh pengelola dapur yang belum memenuhi standar supaya segera memperbaiki, terutama memperbaiki saluran IPAL (Instalasi pembuangan air limbah)
Dion menegaskan,Inspeksi yang dilakukan sebagai upaya bersama untuk memperbaiki layanan serta tata kelola dapur SPPG supaya lebih profesional dan mematuhi standar SOP BGN sehingga diharapkan dapat menegembalikan lagi kepercayaan publik terkait keamanan Program MBG. (Afandi)