
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Meski Gubernur Rahmat Mirzani Djausal berusaha maksimal memastikan pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan protokol keamanan. Namun, di salah satu SPPG-nya, diduga, buang limbah sembarangan, dan mengusik warga Perumahan Korpri Raya, Sukarame, Kota Bandar Lampung
Warga mengeluhkan karena lokasi SPPG itu mengeluhkan air bekas cucian piring yang mengandung sabun dan sisa makanan digelontorkan ke drainase permukiman warga sehingga menimbulkan bau tak sedap dan memicu berkembangnya jentik nyamuk.
Pihak pamong sebelumnya sudah mendatangi lokasi dan menyarankan agar buangan air limbah tidak lagi menggenang di saluran warga. Mereka meminta pengelola dapur membuat sumur resapan sehingga limbah tidak langsung masuk ke drainase.
Kepala Satuan Dapur SPPG 002, Agung Wiradarma, membenarkan adanya keluhan tersebut. Menurutnya, warga Perumahan Blok D7 No. 7, Kelurahan Korpri Raya, memang terganggu akibat bau dan jentik nyamuk di sekitar drainase.
“Kami akan berupaya meminimalisir limbah cucian piring ini. Kalau dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sebenarnya sudah bersih dan sesuai prosedur sebelum dialirkan. Namun, untuk ke depan, kami akan membuat sumur resapan agar air limbah tidak lagi mencemari drainase,” ujar Agung, Kamis 2 Oktober 2025.
Sementara itu, Camat Sukarame, Zolahudin Zamzami, menegaskan pihaknya telah menerima laporan warga. Ia menilai seharusnya setiap dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) di wilayahnya memiliki sistem pengelolaan limbah yang baik sebelum beroperasi.
“Seharusnya pihak SPPG sudah menyiapkan sumur resapan sejak awal, apalagi ini sudah menimbulkan keluhan warga. Kami sarankan segera dibuat agar limbah tidak lagi dialirkan ke drainase perumahan,” kata Zolahudin.
Dia juga mengimbau agar pengelola SPPG ikut bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, bukan hanya di dalam area dapur, melainkan juga di sekitar tempat usahanya. (red/Helo)