
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Jelang pelaksanaan Lampung Fest 2025, minat partisipasi dari pemerintah daerah masih tergolong rendah. Hingga awal Oktober, baru dua kabupaten yang memastikan keikutsertaan dalam anjungan pembangunan daerah, yakni Lampung Utara dan Pringsewu.
Hal itu disampaikan perwakilan panitia dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Lampung, Arie Tomat. Ia berharap seluruh kabupaten/kota segera memberikan konfirmasi agar persiapan dapat dimatangkan lebih cepat.
“Kami ingin Lampung Fest menjadi etalase pembangunan daerah. Kalau semua kabupaten ikut, masyarakat bisa melihat langsung program kerja pemerintah masing-masing. Apalagi tahun ini akses untuk pengunjung sepenuhnya gratis,” ucap Arie, Jumat (3/10/2025).
Menurutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Lampung juga didorong untuk membuka anjungan masing-masing.
“Gubernur Rahmat Mirzani Djausal ingin festival ini transparan dan informatif. Bukan sekadar hiburan, tetapi ajang publik mengetahui apa yang sudah dan sedang dikerjakan pemerintah,” jelasnya.
Festival Tanpa Tiket Masuk
Lampung Fest 2025 akan digelar pada 11-25 November di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Tahun ini, festival mengusung format baru melalui program Lampung Boemi Event yang mengedepankan kolaborasi komunitas, UMKM, hingga dunia usaha tanpa menggunakan dana APBD.
Selain anjungan pemerintahan daerah, festival juga akan diisi kegiatan seni, budaya, kuliner, hingga konser musik.
Panitia berharap kabupaten/kota lainnya segera menyusul agar representasi pembangunan Lampung tampil lebih lengkap di hadapan publik. (*)