
Pesisir Barat, sinarlampung.co-Program penyediaan air baku Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung (BBWSMS), yang dibangun di Pekon (desa, red) Tembakak, Kecamatan Karya Penggawa, hingga enam pekon di Pulau Pisang, Pesisir Barat. Proyek bendungan Sungai Siring Liwa, Rp40-an miliar itu dibangun di atas perbukitan di Pekon Tembakak kemudian disalurkan melalui pipa bawah laut, yang membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Proyek Air Baku Pulau Pisang Terlaksana Sesuai SK Gubernur

“Iya bang, sudah sejak dua tahun lalu, aliran air bersih dari aliran Sungai Siring Liwa, Pekon Tembakak, Kecamatan Karya Penggawa sudah masuk ke enam Pekon yang ada di Pulau Pisang. Hadirnya air bersih ini, membuat warga terbebas dari krisis air bersih. Kami tidak lagi sepenuhnya bergantung pada air hujan atau membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Peratin (Kepala Desa) Sukamarga, Riko Wili Anwar, kepada sinarlampung.co, Kamis 25 September 2025 siang.
Riko Wili mengaku warganya sangat terbantu dengan adanya program ini. Apalagi kualitas air yang disalurkan cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga yang layak konsumsi untuk kebutuhan hari-hari. “Sejak program air bersih ini masuk ke Pulau Pisang, masyarakat sangat antusias karena kualitas airnya jauh lebih baik. Yah, memang ada kendala sedikit yang lebih sering datang dari faktor alam. Kalau ombak tinggi, pipa bawah laut bisa terganggu sehingga aliran air terhambat. Tapi secara umum manfaatnya masih terus dirasakan warga,” ujar Riko di kediamannya.
Hal senada disampaikan Peratin Sukadana, Markoni. Bagi Markoni, aliran air selama ini berjalan baik meski sesekali ada gangguan teknis di lapangan. Ada juga kebocoran air yang disebabkan ulah oknum yang mencoba menyuntik pipa untuk kepentingan pribadi. “Sejak awal berjalan, program air bersih ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Pulau Pisang. Air mengalir cukup lancar, hanya sesekali ada kendala. Apalagi ada rencana PEMDA untuk menyalurkan air langsung ke rumah-rumah warga. Itu tentu akan semakin memudahkan masyarakat,” urainya.
Peratin Pekon Labuhan, Arzak, juga menyatakan bahwa program penyediaan air baku ini sangat nyata manfaatnya, khususnya bagi warga pulau Pisang yang sedari dulu sulit mendapatkan air layak konsumsi. “Bagi masyarakat Pulau Pisang, khususnya warga Pekon Labuhan, program penyediaan air baku ini sangat bermanfaat. Kehidupan warga jauh lebih terbantu karena sebelumnya air bersih sangat sulit diperoleh. Atas nama masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada pemerintah.” katanya.
Hal yang diungkapkan warga di Pulau Pisang yang merasa sanga terbantu dan bersukur dengan hadirnya pasokan air bersih di pulau mereka. “kualitas air yang digunakan sangat baik. Airnya bersih, enggak berkapur. Jadi lebih enak dipakai sehari-hari,” ujar Tini, diamini warga Pulau Pisang Lainnya.
Salah satu tokoh adat Pulau Pisang, Sultan Hidayatulloh Kartadilaga menyebut perubahan yang dirasakan warga sangat signifikan sejak program ini berjalan sekitar tiga tahun lalu. “Kalau dulu warga sering kesulitan air bersih, sekarang alhamdulillah lebih mudah. Program ini jelas memberi dampak nyata bagi masyarakat. Harapannya, pengelolaannya terus dijaga supaya manfaatnya tidak berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Sultan Hidayatulloh Kartadilaga meyakini dengan serah terima pengelolaan dari balai ke daerah beberapa waktu lalu dapat menuntaskan kendala yang terjadi. “Maka diharapkan Pemda Pesisir Barat secepatnya membentuk kepengurusan. Sehingga perawatan fasilitas program air baku ini segera dapat berjalan untuk mengatasi kendala yang selama ini menjadi keluhan warga pulau pisang khususnya,” ujar Sultan Hidayat.
Proyek Dimulai 2022
PPK Kegiatan Air Tanah dan Air Baku Fudi Firmantoro, ST MT, mewakili BBWSMS mengatakan pembangunan penyediaan air baku Pulau Pisang yang dimulai pada akhir 2022. Proyek di bawah pengawasan langsung Kementerian PUPR melalui BBWSMS itu dilaksanakan sesuai standar nasional.
“Sejak awal, kami berkomitmen menghadirkan hasil pembangunan yang benar-benar berkualitas bermanfaat bagi masyarakat terlepas dari segala tantangannya. Semua material yang digunakan, termasuk jaringan perpipaan, dipilih dengan spesifikasi berstandar Indonesia. Jadi dari sisi teknis, kualitas dan ketahanan sudah diperhitungkan agar dapat digunakan jangka panjang,” kata Fudi, Senin 26 September 2025.
Fudi Firmantoro, yang mengaku sebagai PPK terdahulu saat pembangunan Pekerjaan Penyediaan Air Baku Pulau Pisang berjalan, menyatakan kendala yang sesekali muncul lebih banyak dipengaruhi faktor alam, bukan karena kesalahan pembangunan atau kualitas material. Misalnya, pipa bawah laut kerap terpengaruh kondisi gelombang tinggi dan arus laut.
“Kedala lainnya, ada juga di bendungan sumber utama di Sungai Siring Liwa, Pekon Tembakak. Ketika air sungai naik, kotoran seperti sampah dedaunan sering menumpuk di pintu bendungan sehingga menyebabkan sumbatan pada pipa. Akibatnya, debit air yang mengalir ke masyarakat berkurang,” lanjutnya.
Saat ini, ujar Fudi Kuntoro, aset itu tetap milik BBWSMS, namun pengelolaannya oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Sudah ada serah terima dari balai ke pemerintah daerah, sehingga pentingnya Pemda Pesisir Barat melalui UPTD untuk segera melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaannya.
“Diharapkan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui perangkat daerahnya, dapat segera melaksanakan sampai dengan sambungan rumah, karena itu menjadi tugas dan fungsi Pemda setempat. Agar air bersih itu bisa cepat termanfaatkan oleh warga masyarakat, baik di Pekon Tembakak dan di Kecamatan Pulau Pisang. Dengan begitu, hambatan-hambatan seperti ini bisa segera diatasi dan tidak lagi menjadi kendala bagi warga penerima manfaat,” katanya.
Fudi Kuntoro yang kini pindah tugas di satuan lain meluruskan kabar-kabar yang menyebut pipa dengan stilah pipa bermerek medium. Menurutnya, Medium itu bukan merek dagang, melainkan istilah jenis pipa. “Material yang dipasang seluruhnya sesuai standar spesifikasi (SNI) dan teknis pengerjaan serta aturan yang berlaku,” Ujarnya, yang juga mengaku sudah diminta klarifikasi baik di Kejari dan Kejati Lampung.
Risdianto, ST MT, yang kini menjadi PPK Kegiatan Air Tanah dan Air Baku yang baru, dan juga menjadi pendamping saat perjanjian kerjasama Pengelolaan Air Baku Pulau Pisang, menambahkan bahwa setelah pembangunan rampung, program penyediaan air baku Pulau Pisang kini sudah memasuki tahap pemanfaatan. Pada 17 September 2025, BBWSMS bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat juga telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pemanfaatan, operasi, dan pemeliharaan jaringan air baku.
“Artinya, setelah pembangunan selesai, ada mekanisme pengelolaan yang jelas, termasuk perawatannya. Saat ini air sudah dimanfaatkan masyarakat di enam pekon Pulau Pisang, dan ke depan rencana penyaluran langsung ke rumah-rumah warga sedang dikaji pemerintah daerah. Kami mendukung penuh langkah ini agar manfaat program semakin luas dirasakan,” katanya.
Penyediaan Air Baku Untuk Pulau Pisang
Risdianto, menyebutkan bahwa ntuk diketahui Program air baku BBWS Mesuji Sekampung di Pesisir Barat berfokus pada penyediaan dan pengelolaan air baku untuk Pulau Pisang, meliputi penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Pemkab Pesisir Barat, pemasangan jaringan pipa air baku bawah laut dan darat, serta pengoperasian sistem untuk mengalirkan air ke masyarakat.
Penyediaan Infrastruktur Air Baku berupa pemasangan pipa sepanjang 2,4 km menghubungkan Pulau Sumatra ke Pulau Pisang di bawah permukaan laut dengan kedalaman 8 sampai dengan 17 meter. Lalu jaringan Pipa Darat dengan diameter 4 cm adalah untuk layanan wilayah tembakak, termasuk pipa Besi dan HDPE (SNI) yang menghubungkan titik-titik penting seperti bak pelepas tekan dan reservoir di Pulau Pisang.
Sistem ini dirancang untuk mengalirkan air baku sebesar 15 liter per detik. Air tersebut dialokasikan 5 liter per detik untuk wilayah Tembakak dan 10 liter per detik untuk wilayah Pulau Pisang, yang didistribusikan melalui hidran umum. “Dengan tujuan dan manfaat memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Pulau Pisang secara berkelanjutan. Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut,” katanya.
Perjanjian Kerjasama dan Serah Terima Dengan Bupati
Risdianto menambahkan bahwa BBWS Mesuji Sekampung sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk pemanfaatan, pengelolaan, dan pemeliharaan penyediaan air baku di Pulau Pisang. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2024 yang mendorong peningkatan kualitas infrastruktur dasar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung tentang Kerja Sama Pemanfaatan (Role Sharing) / Pengelolaan, Pembagian Tugas Operasi, dan Pemeliharaan (Clear Cut) Penyediaan Air Baku Pulau Pisang, di Ruang Rapat Payung Agung, Lantai 4 Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, pada Rabu 17 September 2025.
Penandatanganan PKS tersebut dihadiri Bupati, Dedi Irawan dan Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Dr. Ir. Elroy Koyari ST MT. Juga dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Zukri Amin, MP, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat serta Peratin Se-Pesisir Utara dan Pulau Pisang.
Bahkan, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari menerangkan dihadapan Bupati dan peranglat daerah di Pesisir Barat, bahwa, pihaknya resmi melakukan serah kelola kepada Pemkab Pesibar tentang Pemanfaatan/Pengelolaan, Pembagian Tugas Operasi, dan Pemeliharaan Penyediaan Air Baku Pulau Pisang.
“Pembangunan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp43 Milyar dengan keseluruhan fasilitas lengkap. Pesibar mendapat kucuran program ini merupakan hal yang sangat spesial. Karenanya, diharapkan agar pembangunan ini benar-benar dapat terlaksana maksimal dan dirawat dengan sebaik mungkin,” harap Elroy Koyari.
Sambutan Bupati Dedi Irawan
Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada jajaran BBWS Mesuji Sekampung yang telah mewujudkan komitmennya di Pesibar dalam air baku untuk masyarakat yang tinggal Pulau Pisang. “Seluruh jajaran Pemkab Pesibar mulai dari OPD terkait, pemerintahan kecamatan, bahkan hingga pekon mendukung dan memastikan pembangunan untuk penyediaan air baku ke Pulau Pisang berjalan lancar dan baik,” ujar Dedi Irawan.
“Artinya perjanjian ini menjadi dasar komitmen kita bahwa pembangunan untuk penyediaan air baku ke Pulau Pisang harus dapat berjalan dengan maksimal. Jika ada kendala kedepannya sesegera mungkin berkoordinasi dalam hal mencari solusi terbaik,” tambah Bupati.
Bupati menyatakan bahwa seluruh jajaran Pemkab Pesibar bertanggungjawab untuk menjaga, memelihara, dan merawat pembangunan tersebut agar dapat terus memberikan manfaat yang baik kepada masyarakat di Pulau Pisang, sesuai dengan tujuan dasar dari pembangunan tersebut. “Begitu juga dengan seluruh masyarakat Pulau Pisang agar bersama-sama mendukung dan merawatnya hingga nanti. Dengan demikian manfaat dari pembangunan tersebut nantinya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dari generasi ke generasi,” kata Bupati. (Andi\Tam\Red)