
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Pengerjaan proyek rehabilitasi gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Merbau Mataram, Lampung Selatan, menjadi sorotan warga. Pasalnya, proyek yang menggunakan anggaran negara tersebut dinilai tidak transparan karena tidak dilengkapi plang informasi di lokasi.
“Enggak ada pelang informasi, enggak ada juga pengawasan dari konsultan saat kami ke lokasi hari Rabu (17/9) pekan kemarin,” ujar salah seorang warga, Jumat (26/9/2025).
Selain warga, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga turut menyoroti pengerjaan proyek tersebut. Wakil Ketua LSM Aliansi Indonesia Lampung Selatan, Ridwan, menilai pekerjaan terkesan terburu-buru dan tidak memperhatikan kualitas.
“Keramik lama tidak dibongkar terlebih dahulu, tapi langsung ditimpa material pasir. Plafon di dekat dinding juga ada yang tidak diplester sekitar 70 sentimeter, bahkan pekerjaan cor tidak terlihat menggunakan besi,” kata Ridwan.
Ia menambahkan, dugaan pengerjaan asal-asalan ini berpotensi merugikan keuangan negara meski nilai anggaran maupun volume pekerjaan belum diketahui. “Kalau dibiarkan, bisa jadi temuan aparat penegak hukum,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Puskesmas Merbau Mataram, Marzuki, mengaku tidak mengetahui detail anggaran maupun kewenangan pengawasan proyek.
“Anggaran itu jelas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, bukan dari provinsi. Saya sendiri tidak tahu berapa nominalnya dan memang tidak ditugaskan untuk mengawasi pengerjaannya,” ujar Marzuki.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan belum dapat dimintai keterangan, meski pesan yang dikirim melalui WhatsApp centang dua. (Red)