
Tanggamus, sinarlampung.co – Harapan warga Pekon Banjar Manis, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, untuk melihat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Banjar Manis direhabilitasi, kembali pupus. Usulan perbaikan yang diajukan bertahun-tahun justru selalu kandas tanpa alasan jelas.
Bukan sekadar soal anggaran, kabar yang beredar menyebut ada “tangan tak terlihat” yang diduga menghalangi realisasi rehabilitasi sekolah.
Praktisi hukum asal Banjar Manis, M. Ali, S.H., M.H., menegaskan, kondisi sekolah yang berdiri puluhan tahun itu kini nyaris ambruk. Atap bocor, dinding retak, hingga lantai ambrol membuat proses belajar mengajar tak lagi nyaman.
“Kalau hujan, anak-anak harus menggeser bangku agar tidak basah. Rehab sudah berkali-kali diusulkan, tapi selalu mentok. Katanya ada pihak yang menahan dengan alasan tertentu,” ungkap Ali, Jumat (19/9/2025).
Ali menuding ada permainan politik di balik mandeknya pembangunan. “Masyarakat pantas marah. Pendidikan dijadikan komoditas politik, sementara kepentingan rakyat dikorbankan. Jangan tunggu sekolah ini roboh baru sibuk cari muka,” tegasnya.
Lebih getir lagi, kata Ali, politisi kerap datang saat kampanye membawa janji manis soal pendidikan. Namun, begitu duduk di kursi empuk kekuasaan, mereka justru bungkam.
“Sebagian malah sibuk berebut proyek dan jatah anggaran. Sementara anak-anak di Banjar Manis tetap belajar di bangunan yang hampir runtuh,” sindirnya tajam.
Pihak sekolah mengaku sudah berulang kali melaporkan kondisi gedung kepada pemerintah daerah, tetapi hingga kini tidak ada kepastian kapan rehabilitasi masuk prioritas.
Kekecewaan masyarakat semakin menumpuk. Guru dan murid dipaksa bertahan belajar di ruang kelas yang nyaris tak layak pakai. Mereka mendesak Bupati Tanggamus turun langsung meninjau lokasi dan membuka transparansi anggaran.
“Pendidikan itu pondasi bangsa. Jangan biarkan anak-anak kami jadi korban hanya karena ada yang bermain di balik kebijakan,” ujar seorang warga penuh kecewa. (S.kheir)