
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, enggan berkomentar terkait polemik dugaan persekongkolan dalam proyek pencegahan bencana Sungai Way Tulang Bawang di Tiyuh Gedung Ratu, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (6/9/2025), Rudy tidak memberikan tanggapan mengenai keluhan masyarakat yang menilai proyek tersebut dikerjakan asal-asalan. Ia juga belum menanggapi soal tidak adanya informasi proyek di laman LPSE. Hingga kini, pihak BPBD Provinsi Lampung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait persoalan tersebut.
Masyarakat Tiyuh Gedung Ratu sebelumnya mengeluhkan kualitas pekerjaan pencegahan bencana Sungai Way Tulang Bawang. Warga menilai proyek tidak dikerjakan sesuai harapan dan minim transparansi informasi.
Keluhan itu muncul karena pekerjaan dinilai tidak maksimal, mulai dari pemasangan batu, anyaman besi, hingga penimbunan tanah. Kondisi tersebut membuat warga meragukan ketahanan proyek.
“Sayang sekali bang, kegiatan itu saya yakin tidak akan bertahan lama. Soalnya pekerjaan belum selesai saja sudah sering ambrol batunya, belum lagi pemasangan tulangan besi dan anyaman cincinnya jarang-jarang,” kata seorang warga, Selasa (2/9/2025).
Warga berharap pemerintah Provinsi Lampung melakukan pengawasan ketat agar proyek dapat dikerjakan sesuai standar dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini perlu diawasi serius, baik oleh pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum. Jangan sampai negara sudah mengeluarkan uang, tapi hasilnya sia-sia,” harap warga lainnya.
Sementara itu, Gito, salah satu pengawas lapangan, mengaku baru menggantikan rekannya yang sebelumnya bertugas.
“Saya asli Bandar Lampung, di sini baru menggantikan teman pengawasan sebelumnya. Gimana pekerjaan ini kemarin amburadul gara-gara kerendam air,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan pekerja tidak dilengkapi alat pelindung keselamatan kerja (K3). Selain itu, tidak terlihat papan informasi proyek maupun pengawasan dari konsultan. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kualitas hasil pekerjaan. (Sudirman)