
Jakarta, sinarlampung.co – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dinilai mampu menjadi penjinak gejolak rakyat. Ia disebut piawai meredam amarah publik atas berbagai kebijakan yang menuai protes besar.
Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah. Menurutnya, tidak banyak elit politik yang punya sensitivitas tinggi dalam merespons isu publik, kecuali Dasco.
Toto menilai Dasco memiliki improvisasi di atas rata-rata. Ia cepat membaca situasi dan gesit memberi jawaban yang menenangkan publik.
Contoh terbaru, sehari setelah aksi unjuk rasa menuntut pembubaran DPR RI, Dasco langsung angkat bicara. Ia menegaskan tunjangan perumahan Rp50 juta per bulan hanya berlaku sampai Oktober 2026.
Sikap cepat itu, kata Toto, juga terlihat dalam polemik royalti musik. Kini, para pemilik restoran dan hotel sudah bebas memutar musik tanpa takut kena denda.
Dasco juga pernah tampil di depan dalam sengketa wilayah Aceh–Sumut terkait empat pulau. Begitu pula saat kelangkaan LPG, ia ikut mendorong distribusi kembali ke pengecer.
“Dari rangkaian peran penting tadi, sangat beralasan jika Presiden Prabowo memberi kepercayaan lebih kepadanya,” kata Toto. Dasco dianggap menjadi jembatan komunikasi antara legislatif, eksekutif, dan publik.
Menurut Toto, kelebihan lain Dasco adalah perannya sebagai ‘juru bicara’ Presiden. Ia dinilai mampu menyampaikan sikap dan program besar Prabowo dengan tenang tanpa meledak-ledak.
“Saya melihat Dasco pandai membaca psikologi publik,” ujar Toto. Jika ada tanda kemarahan rakyat, Dasco cepat mengambil sikap tegas yang pro publik.
Efek positifnya, kata Toto, justru ikut dirasakan Presiden. “Presiden dalam beberapa hal terima bersih efek positifnya tanpa terseret efek negatifnya,” tambahnya.
Ia menekankan, ke depan Prabowo butuh banyak juru bicara seperti Dasco. Para menteri dan kepala daerah idealnya bisa memainkan peran yang sama.
Toto mencontohkan kasus program Makan Bergizi Gratis. “Yang muncul ke publik hanya berita keracunan, sementara keberhasilannya tenggelam,” ujarnya. (*)