
Tanggamus, sinarlampung.co-Bocah berusia lima tahun (Balita), M Romadon, warga Dusun Cukuh Betung, Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus pingsan akibat tersengat listrik saat bermain di bawah tiang listrik PT PLN. Korban menderita luka bakar di telinga kanan hingga kepala belakang, Jumat 9 Agustus 2024 sekira pukul 14.30 Wib siang.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Batin Mangunang (RSUD BM) untuk mendapatkan perawatan medis. Karena keterbatasan biaya, setelah siuman korban langsung dibawa pulang keluarganya. Belum ada respon pihak PT PLN atas apa yang dialami korban.
Informasi ibu korban, Fatriansyah, mengatakan anaknya M Romadon tersengat aliran listrik yang diduga mengaliri tali sling penahan tiang PLN yang tertanam di tanah. Saat itu anaknya sedang bermain bersama teman-temannya di dekat tiang PLN. Korban diduga terpeleset dan terjatuh sehinga telinga dan kepala belakangnya menyentuh tali sling tersebut.
Akibatnya korban langsung ingsan dengan kondisi telinga dan kepala belakangnya mengalami luka bakar. Kemudian oleh keluarga dan tetangga korban dilarikan ke RSUD BM untuk mendapatkan perawatan. “Istri Saya sempat kesetrum saat tak sengaja memegang tali sling itu, saat menolong mengangkat anak saya dari lokasi itu,” katanya
“Tadi sempat mendapatkan perawatan di ruangan IGD rumah sakit sekitar satu jaman. Kemudian oleh pihak rumah sakit diminta untuk dilakukan rawat inap. Ya karena ketiadaan biaya, terlebih keluarga kami belum memiliki atau terdaftar di BPJS. Setelah siuman anak kami bawa pulang untuk dilakukan perawatan jalan dirumah,” kata Fatriansyah.
Keluarga berharap ada perhatian dari pihak PLN atas musibah yang menimpa anak mereka, seraya berharap ada pemeriksaan berkala terhadap instalasi milik PLN agar musibah tersebut tidak terulang lagi.
Sementara Bidang Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) PLN Rayon Kotaagung Arif Pauzan, membenarkan tali sling penahan tiang itu teraliri listrik, dan sudah diperbaiki tim di lapangan. Penyebabnya, ada kabel pelanggan dari tiang ke kwh yang terkelupas akibat gesekan seng rumah.
Sementara tali sling yang teraliri listrik itu menempel dengan seng rumah warga tersebut. “Rencananya hari Senin 12 Agustus 2024 perwakilan akan berkunjung ke rumah keluarga untuk menjenguk korban,” ujarnya. (Red)