Kedua, hasil pemeriksaan dari rangkaian listrik, menunjukkan bahwa tidak ada indikasi korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran.
Ketiga, menurut keterangan saksi, korban baru kembali ke rumah sekitar pukul 01.00 WIB, sedangkan kebakaran terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.
Keempat, di dalam rumah yang berukuran sekitar 3,5×9 meter tersebut, korban menyimpan bensin sebagai barang dagangan, selain gas serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
Dari adanya barang-barang di warung tersebut, disimpulkan bahwa suara ledakan yang didengar para saksi disebabkan oleh intensitas kebakaran yang tinggi, dipicu oleh bahan bahan yang mudah terbakar seperti pertalite dan gas ukuran 3 kg.
Oloan, menyebutkan temuan-temuanini merupakan temuan sementara itu adalah dari hasil pemeriksaan di TKP oleh Tim dari Labfor Polda Sumut kemarin.
“Dengan temuan temuan ini, diharapkan penyelidikan lebih lanjut dapat mengungkap secara jelas penyebab dan kronologi kebakaran yang merenggut nyawa ini, “ kata Kapolres.
Oloan, menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta fakta secara keseluruhan dalam kasus ini.
Jenazah Sempura dan tiga anggota keluarganya sudah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Salid, Kecamatan Tigapanah, Karo. Terlihat sanak saudara ikut mengantarkan korban ke tempat peristirahatan terahir.
Adik kandung Sempurna, Liber Pasaribu, juga berharap polisi segera mengungkap penyebab kebakaran. Dengan terungkapnya penyebab kebakaran itu, keluarga bisa tenang dan masyarakat tidak termakan isu yang tidak bertanggung jawab.
“Kami mewakili korban memohon maaf apabila korban ada salah, dan kami berharap Kepolisian segera menjelaskan penyebab kebakaran agar tidak membuat gaduh di kalangan masyarakat,” ucapnya. (Red)