
Tangerang, sinarlampung.co-Seorang perempuan penjaga toko pakaian berinisial Resy Ariska (53) tewas usai ditusuk dengan senjata tajam jenis pedang Baton Sword, di sebuah ruko daerah Jalan Borobudur Raya, Bencongan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin 1 April 2024 sekitar pukul 10.15 WIB.
Kasus itu dilaporkan polisi: Lapga/05/B/IV/2024/Sek Kelapa Dua, salah satu saksi melihat korban Resy Ariska tengah mengepel lantai ruko. Beberapa saat kemudian, datang pelaku seorang perempuan ND (43) memasuki ruko memakai sandal. Melihat itu, korban menegur pelaku. Tak terima ditegur, pelaku membalas sahutan kasar tersebut hingga keduanya terlibat cekcok mulut.
Pelaku kemudian pergi mengambil senjata tajam yang dibawanya di dalam mobil. Tanpa basa-basi pelaku langsung menusuk perut korban dengan senjata tajam diduga berjenis samurai. Sejumlah saksi di lokasi mencoba mendekat, namun mereka tak berani bertimdak karena pelaku mengacungkan sajam tersebut. Warga sekitar dibantu driver ojek online sempat mengejar pelaku yang kabur mengendarai seunit mobil.
Sementara, pihak kepolisian dari Polsek Kelapa Dua mengatakan, pelaku sudah diamankan setelah menyerahkan diri di Polsek Jatiuwung. Pelaku dijemput dan tengah dimintai keterangan di Polsek Kelapa Dua. Peristiwa itu viral di media sosial.
Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua AKP Pardiman mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Kelapa Dua, Tangerang Selatan. “Betul di Kelapa Dua, bahwa peristiwa itu terjadi penusukan itu, penganiayaan itu mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Pardiman saat dikonfirmasi, Senin 1 April 2024.
Penjaga toko baju yang dibunuh dengan ditusuk pedang itu ternyata dikenal sebagai sosok bersahaja di mata tetangganya. Dia tinggal bersama adiknya di RT 06 RW 08 Kampung Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang. Resy Ariska, adalah ibu satu anak yang dikenal sebagai pekerja keras dan suka membantu. Korban dikenal sebagai pengayom bagi adik dan anaknya semasa hidup.
Ketua RT 06 RW 08 Kampung Cibodasari, Cibodas, Kota Tangerang, Yogie Hendra, yang juga tetangga korban mengatakan Resy adalah orang yang ramah. Rumah Yogie dan keluarga Resy bersebelahan. “Beliau itu gesit, pekerja keras selama saya lihat. Hal itu yang banyak dicontoh oleh adiknya saat ini, bahkan dia rela buat ke sini untuk bantuin adiknya lagi jualan baju,” ujar Yogie di rumahnya pada Selasa 2 April 2024.
Yogie pun berduka dan merasa banyak narasi yang memojokkan perempuan berusia 53 tahun itu karena dianggap memicu cekcok yang berujung maut. Menurut Yogie, sikap keras dari Resy bisa saja muncul jika ada sebab kuat yang membuatnya marah. “Kalau saya lihat itu agak aneh ya, karena setahu saya mengenal almarhum dia itu sangat menghargai pembelinya. Bukan tipikalnya dia (mengejek),” jelasnya.
Pelaku Tersinggung?
Sebelum kejadian, Resy Ariska, yang menjaga toko, meminta ND (43) melepaskan sepatu bila ingin masuk ke tokonya. Namun ND tidak terima diperingatkan untuk melepas sepatu. ND mengaku mendengar kata tidak menyenangkan dari Resy si penjaga toko. Kata polisi, ND tersinggung dan cekcok mulut terjadi.
ND kemudian mengambil sebilang senjata tajam itu di mobilnya. Dia menghunuskan bilah pedang itu dari sarungnya dan menusukkannya ke tubuh Resy. Peristiwa mengerikan itu membuat Resy tewas. Senjata tajam (sajam) jenis pedang jadi salah satu barang bukti yang disita polisi.
Pedang tersebut ditampilkan polisi dalam konferensi pers yang digelar di halaman Polsek Kelapa Dua, Tangerang. Tampak pedang tersebut berbahan stainless steel dengan bilah bagian tajam sekitar 20 cm. Pedang tersebut memiliki bilah penutup berupa pipa berkelir hitam. Bilah penutup tersebut juga dapat dipakai untuk memperpanjang bagian pegangan.
Polisi menunjukkan pedang tongkat tombak sambung yang dipakai ND untuk membunuh korban tersebut. Terlihat ada bercak darah di tepi pedang tersebut. Mobil yang dikendarai ND juga menjadi barang bukti lain yang juga disita polisi dalam kasus tersebut.
Mobil berwarna putih itu juga berada di halaman Polsek Kelapa Dua. ND dipakaikan baju tahanan berwarna oranye serta memakai masker berwarna putih dan kerudung berwarna cokelat. Namun kedua tangan DN terlihat tidak diborgol. (Red)