
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Debu hasil aktivitas bongkar muat batubara milik PLTU Sebalang mulai berdampak terhadap warga Dusun Sebalang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.
Oleh sebab itu, ratusan warga setempat yang mayoritas emak-emak mendatangi kantor PLTU untuk meminta pertanggungjawaban, Senin (2/9/2023) pagi. Warga menuntut agar pihak manajemen perusahaan mengurangi debu yang dihasilkan oleh aktivitas bongkar muat dan aktivitas batubara tersebut.
Hamidah, salah seorang warga mengatakan, kedatangannya bersama warga lainnya yakni untuk meminta kejelasan pihak PLTU terkait debu yang dihasilkan dari aktivitas bongkar muat batubara sebagai bahan utama penggerak generator. Pasalnya, menurut Hamidah, debu tersebut sangat berdampak kala musim kemarau.
“Kalau kemarau seperti ini sangat terlalu berdampak. Cuaca panas, angin itu bertiup bawa debu sampai ke rumah kami, bahkan anak anak kami mengalami batuk batuk,” ucap Hamidah.
Meski telah datang sejak pagi, kedatangan ratusan emak-emak dari dusun Sebalang itu belum mendapat respon dari pihak PLTU.
“Sekarang belum ada tanggapan dari pihak PLTU Sebalang. Kami tidak akan pulang kalo belum ada tanggapan dari pihak PLTU Sebalang,” kata Hamidah.
Pantauan di lapangan, puluhan sepeda motor tampak memadati akses pintu masuk menuju PLTU. Hal itu menyulitkan kendaraan yang hendak masuk ke area PLTU. (*)