
Bandar Lampung (SL)-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung akan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Lampung Bersih Narkoba (Bersinar,red). BNNP Lampung akan mengunakan empat strategi sebagai langkah dalam mendukung upaya pemerintah Lampung sehingga gerakan nasional “War On Drug” yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia bersih narkoba (Indonesia Bersinar) dapat terlaksana.
Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Drs Sungkono, mengatakan empat strategi tersebut adalah Soft Power Approach, Hard Power Approach, Smart Power Approach, dan Cooperation. “Pada strategi soft power approach, BNN melakukan tindakan preventif untuk membentuk ketahanan diri serta daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba,” kata Sungkono saat menggelar press release akhir tahun bersama sejumlah awak media, di Kantor BNNP Lampung, Jumat 30 Desember 2022.
Strategi ini kata dia, menekankan program p4gn pada bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi. “Desa bersinar menjadi program unggulan bidang pencegahan dengan intervensi program p4gn di wilayah pedesaan dan kelurahan untuk menciptakanlingkungan yang kondusif dan aman, dimana tahun ini terbentuk 17 desa bersinar, menurun dari tahun sebelumnya 24 desa,” katanya.
Pada strategi hard power approach, BNNP Lampung akan melakukan tindakan represif melalui aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam penanganan jaringan sindikat narkoba. “Dari jaringan yang diungkap, BNN mengungkap 18 tindak pidana narkoba dan mengamankan 44 orang tersangka. Barang bukti narkoba yang disita pada tahun 2022 adalah 246,86 gram shabu; 1.848,71 gram ganja; dan 266 butir ekstasi,” katanya.
Lalu, pada strategi smart power approach dalam upaya penanggulangan permasalahan narkoba, BNNP Lampung senantiasa memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dan memaksimalkannya di era digital ini dalam segala aspek p4gn. “Salah satunya dengan meningkatkan teknologi intelijen dan pemutakhiran data secara digital serta memanfaatkan media sosial sebagai saranapenyebaran informasi berkaitan dengan masalah p4gn di provinsi lampungberupa instagram, facebook, twitter, dan youtube,” ujarnya.
Terakhir, kata Sungkono Strategi Cooperation untuk mencapai tujuan bersama Indonesia bersinar, BNNP Lampung akan melakukan kerja sama dengan pemerintah maupun swasta/stakeholder. “Meliputi 7 lembaga, yaitu MUI, Asperindo, Persatuan gereja Indonesia, radio republik indonesia, tim penggerak pkk, dan pemuda pancasila. BNNP Lampung telah menjalin kerja sama dengan 16 lembaga di kabupaten kota, yaitu meliputi dinas kesehatan di 15 kabupaten kota dan 1 dinas kesehatan provinsi.” katanya.
Rehab 539 Orang Pecandu Narkoba
Sepanjang 2022, Badan Narkotika Nasional (BNN) Lampung selain menangkap 44 tersangka bandar dan pengedar narkoba di wilayah Lampung, dengan 18 kasus, BNNP Lampung juga merehab 539 pecandu dan korban penyalahguna narkoba.
“Dari pengungkapan 18 kasus itu, turut diamankan sejumlah barang bukti ada 246,8 sabu, 1,8 Kg ganja, dan 266 butir pil ekstasi. Sepanjang 2022 ini, BNN sudah membentuk 17 desa bersih narkoba (Bersinar) di Lampung. Kami selalu bersinergi ke seluruh stakeholder di Lampung, dalam melawan narkoba. Ada 539 pecandu dan korban penyalahgunaan, mengakses layanan rehabilitasi, satu satunya solusi untuk pulih memperoleh masa depan lebih baik,” kata Sungkono.
Kabid Pemberantasan BNN Lampung, Kombes Ikhsan menambahkan kasus menonjol sepanjang 2022, ada pengungkapan kasus peredaran 1,1 Kg ganja terhadap tersangka bernama Ridho. Tersangka ditangkap di belakang Terminal Sukaraja, Bumi Waras, Bandar Lampung, hingga kini tersangka dan barang bukti sudah dikirim ke kejaksaan. “Modus para pelaku peredaran narkoba menonjol 2022 ini, masih memakai modus lama. Jadi mereka memakai jaringan terputus, lalu mereka ada juga yang mengedarkan ke wilayah Lampung,” jelas Kombes Ikhsan.
Selanjutnya pada 2023 mendatang, BNN Lampung terus berupaya melakukan penindakan, pencegahan, dan proses rehabilitasi di Lampung. Hingga kini, BNN Lampung sudah mendirikan inovasi berupa Pos AJU di Tulangbawang Barat dan Lampung Tengah, serta membuka mall pelayanan publik di Metro. (Red)