
Bandar Lampung (SL)-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan mengatakan, sebanyak 7.000 guru honorer murni akan mendapatkan pembayaran insentif tahun 2022.
Dijelaskan Ramdhan, rencana pemberian insentif kepada guru honor murni tersebut dilakukan menyusul guru sertifikasi dan non sertifikasi yang insentifnya lebih dulu diberikan. “Yang baru kita keluarkan kemarin insentif guru sertifikasi dan non sertifikasi. Ini merupakan salah satu dari banyak insentif,” ungkapnya kepada wartawan, senin, 12 Desember 2022.
Lanjut Ramdhan, insentif yang dibayarkan kali ini, hanya berlaku untuk tahun 2022 sedangkan tahun sebelumnya tidak bisa dibayarkan. Menurut Ramdhan, jumlah insentif guru honorer di Bandar Lampung masih ada dan baru diketahui. “Insentif guru honor murni itu yang enggak ketauan ternyata masih ada dan sudah lama juga rupanya. Maunya Bunda (Eva Dwiana, red) dikeluarin nanti kita keluarin,” ujarnya.
Ramdhan menambahkan, pada prosesnya dana insentif baru bisa dicairkan setelah Dinas Pendidikan setempat mengajukan permohonan SPD kepada BPKAD. “Yang diajukan sekitar 7.000 orang guru honorer”, katanya.
Masih kata Ramdhan, sebelumnya guru honorer di Kota Bandar Lampung sempat mengeluhkan insentif yang belum diterima hingga 5 semester atau belum terbayarkan selama 2,5 tahun. Sementara, tahun 2022 rencana yang akan dibayarkan hanya dua semester saja. “Kita hitung kemampuan keuangan daerah karena ini sudah akhir tahun, tinggal beberapa hari lagi. Harapan kita minggu ini selesai dan dibayar,” jelasnya.
Ramdhan juga menyebut Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung tidak merinci biaya pengajuan satu semester yang harus dibayar. “Makanya saya akan panggil mereka, ingin tahu rinciannya perbulan dan persemesternya berapa. Karena mereka hanya mengajukan total Rp7 miliar tanpa merinci bulan dan tahun,” tandasnya. (Heny)