
Bandar Lampung (SL)-Tertidur saat menjaga kebun jagung dari kawanan gajah, Yarkoni (44) warga Desa Tambah Dadi, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur, kritis akibat serangan gajah liar, Kamis 10 November 2022 sekitar jam 02.30 WIB.
Yarkoni cidera patah tulang di bagian kaki, patah tulang rusuk, dan pendarahan dibeberapa bagian tubuh. Korban dilarikan ke RSUD Ahmad Yani, Kota Metro, dengan sejumlah luka serius di sekujur tubuh, Kamis pagi pukul 05.00.
Sebelum kejadian, korban bersama dua rekannya, menjaga tanaman jagung di area pesawahan. Tiba-tiba mereka dihampiri seekor gajah berukuran besar. Seketika gajah tersebut langsung menyerang ketiganya yang sedang beristirahat di sebuah gubuk.
“Kedua rekannya sempat mengetahui kedatangan gajah dewas itu, lalu kabur. Naas, Yarkoni yang sedang tertidur menjadi bulan bulanan gajah. Dua temanya kembali mencoba menyelamatkan korban dengan mengusir gajah,” kata Maryuni (52), kakak kandung korban.
Menurut Maryuni, selama ini memang gajah-gajah yang berada di Taman Nasional Way Kambas kerap kali memasuki kawasan pemukiman dan pesawahan warga Desa Tambah Dadi, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Sehingga warga perlu berjaga tanamannya pada malam hari.
“Kawanan gajah itu kelaparan. Dan biasanya memang datang tiap malam, apalagi kalau hujan, sering itu masuk ke sawah sampai ke belakang-belakang rumah warga. Malam kejadian, adik saya tertidur digubuk, tiba-tiba dihampiri seekor gajah berukuran besar dan langsung menyerang,” katanya
Akibat serangan gajah tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan segera dilarikan ke RSUD Ahmad Yani untuk menjalani operasi. “Tulang kaki sebelah kiri patah, terus lima tulang rusuk juga patah sama pendarahan-pendarahan di dalam tubuh,” kata Maryuni.
Maryuni berharap pengelola kawasan konservasi gajah Sumatera itu dapat meminimalisir konflik kasus gajah menyerang warga. Apalagi kejadian tersebut bukan pertama kalinya lantaran pesawahan milik warga berbatasan langsung dengan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur.
“Kami berharap bisa di pagar atau dibuatkan kanal agar aman orang-orang di Desa sekitar kami. Kita jiga berjaga tiap malam di gubuk-gubuk sawah perbatasan itu. Kami juga berharap, ada perhatian lebih dari pihak Pusat Konservasi Gajah kepada korban-korban yang mengalami kerugian akibat keluarnya gajah dari kawasan konservasi,” katanya.
Harimau Muncul di Balik Bukit
Polisi bersama pihak Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) mengevakuasi warga satu dusun di yakni Dusun Cecahan, Pekon (desa) Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, untuk menghindari serangan harimau Sumatera yang telah memangsa hewan ternak milik warga.
Kapolsek Balik Bukit Iptu Arnis Daely menyebut warga Dusun Cecahan, Pekon (desa) Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit, yang dievakuasi. “Iya benar, evakuasi nya kemarin dari pihak TNBBS dan Bhabinkamtibmas melakukan proses evakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Ini untuk menghindari adanya korban setelah satu ternak warga dimangsa Harimau Sumatera,” kata Arnis, dalam keterangan persnya, Jum’at 4 November 2022 lalu.
Arnis menjelaskan peristiwa dimangsanya satu hewan ternak kambing milik seorang terjadi pada Selasa 1 November 2022 kemarin. Proses evakuasi sempat terhambat lantaran kondisi wilayah di perbukitan. “Peristiwa hewan ternak yang dimakan itu Rabu kemarin. Hari ini baru kami evakuasi semua warga di sana, memang sempat terhambat karena kondisi wilayah disana kan perbukitan dan wilayah konservasi juga,” katanya. (Red)