
Bandar Lampung (SL)-Kondisi jalan dan areal parkir mobil terminal Rajabasa jelang opersai Libur Natal 2020 dan tahun baru 2021 menghawatirkan. Areal terminal mirip persawahan, berlubang dan banyak genangan air, apalagi dalam kondis hujan. Areal terminal mirip kupangan kerbau.
“Entah kapan ini mau diperbaiki,” keluh seorang pekerjadi terminal Rajabasa yang berharap Pemprov memperhatikan kondisi insfastruktur terminal yang katanya dibangga banggakan ini..
Berikut foto foto yang di ambil wartawan dua hari lalu :

Foto/Dok/group wartawan Bandar Lampung
Padahal Menteri Perhubungan Menhub BUdi Karyadi, medio Juni 2019 lalu mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Lampung akan mengembangkan terminal Rajabasa, Bandarlampung menjadi sekelas bandara dan memiliki mal pelayanan terpadu. “Kami bersama Gubernur Arinal akan merenovasi Terminal Rajabasa setara dengan bandara,” kata Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja di Terminal Rajabasa, Bandarlampung, Minggu 30 Juni 2019.
Budi Karya menjelaskan Terminal Rajabasa adalah salah satu terminal yang sudah diserahkan kepada pemerintah pusat dan akan dikembangkan sekelas bandara. Renovasi terminal, menurut dia, akan dilakukan agar seluruh masyarakat bisa menggunakannya. “Selain merenovasi, operator bus juga akan dikumpulkan. Jadi tidak ada bus yang jelek lagi, yang harus ada adalah bus bagus yang memberikan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat,” jelasnya.
Guna membenahi terminal tersebut, menurut dia, pemerintah telah menganggarkan biaya renovasi sebesar Rp40 miliar. Renovasi tersebut ditargetkan rampung pada November 2020. “Renovasi terminal ini sekitar Rp40 miliar dan ditargetkan selesai di bulan November 2020. Sekarang telah dilakukan perencanaannya,” jelas dia
Selain merenovasi terminal, menurut dia, Terminal Rajabasa juga akan menjadi mal pelayanan publik. Hal ini, menurut dia, sesuai gagasan pemerintah Lampung. “Ini merupakan upaya Gubernur Arinal dalam meningkatkan pelayanan kepada publik secara optimal. Nantinya di sini akan ada mal pelayanan, di mana orang-orang bisa mengurus perizinan sambil menunggu bus,” jelas Budi. (Red)