
Way Kanan (SL)-Penyebab kebakaran yang terjadi di PT Mardec Siger Way Kanan diduga akibat korsleting listrik yang ada di gudang lantai 4 tempat jemur karet yang telah diolah. Api muncul dari lantai 4 kemudian dengan cepat percikan juga muncul di lantai 2, lalu menyabar olah karet yang dijemur. Kerugian bahan karet 3400 ton karet dengan total mencapai Rp50 miliar.
Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kapolsek Blambangan Umpu Kompol Edy S mengatakan, pihaknya telah meminta keterangn saksi saksi karyawan hingga petugas keamanan pabrik. Mereka Amir (58) warga Bandar Lampung, jabatan kordinator keamanan, Hartanto (47) Satpam, warga Kasui Pasar, Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan dan Ardi (32) petugas Pengawas Giling B.
“Adapun asal-muasal terjadinya kebakaran berdasarkan keterangan saksi-saksi yang sudah kita ambil keterangannya yaitu, diduga dari konsleting listrik,” kata Edy, di Mapolsek Blambangan Umpu, Selasa 7 Juli 2020.
Menurut saksi, kata Edy, Ardi sebagai petugas pengawas giling, saat itu dia masuk kerja dari pukul 06.00 wib dibagian giling B di tempat penjemuran karet kering seluas 25x 100 M. Ardi mencium bau karet terbakar dari posisi lantai 4 kemudian melihat asap muncul dari kamar jemur dilantai 2. “Saksi Ardi bergegas turun ke kamar jemur dilantai 2 lalu berteriak Api,” kata Edy
Ardi juga melihat api muncul dari ruang kamar C lantai 2 yang Lampu penerangannya terjadi konsleting dan membakar karet yang di jemur dilantai 2. “Api cepat membesar dan membakar bahan karet. Ardi sempat berupaya menyemprotkan Tabung Apar, Namun api tidak dapat padam dan menyebar ke seluruh kamar jemur pengeringan Karet PT. Mardec Siger Way Kanan,” jelas Edy S.
Atas kejadian tersebut sambung Kapolsek, pemilik pabrik kehilangan karet kering diperkirakan sebanyak 3.400 Ton ditaksir kerugian sebanyak Rp50 miliar. (Romy/Dadang)